Kompas.com - 22/03/2013, 01:19 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Meski erupsi Merapi sudah berlalu dua tahun silam, tetapi dampak yang diakibatkannya masih dirasakan warga lereng Merapi. Dampak paling dirasakan warga antara lain kekeringan lahan pertanian akibat kerusakan dam atau bendungan yang diterjang banjir lahar dingin.

Salah satunya, Bendungan Pasekan yang berada di Sungai Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang rusak pascaerupsi dan belum diperbaiki maksimal. Kerusakan bendungan itu mengakibatkan setidaknya 900 hektar lahan di enam desa setempat terancam kekeringan.

"Keenam desa tersebut antara lain Desa Bojong, Rambeanak, Paremono, Mungkid, Pabelan, dan Gondowangi," sebut Kepala Desa Bojong Aris Siswanto, Kamis (21/3/2013).

Aris mengungkapkan, warga sempat beberapa kali memperbaiki dengan dana swadaya. Mulai membuat tanggul raksasa dengan menyewa alat berat hingga memasang bronjong. Namun, tidak bertahan lama, banjir lahar kembali menghancurkannya.

Beruntung pada musim penghujan ini, kata Aris, para petani kemudian membuat tadah hujan untuk mengaliri lahan mereka yang sebagian besar ditanami padi dan palawija.

"Yang kami khawatirkan saat kemarau tiba. Karena banyak sumur-sumur yang mulai mengering. Ancaman ini adalah yang terparah, bahkan sejak sebelum erupsi Merapi 2010 lalu," jelasnya.

Selain swadaya warga, upaya perbaikan juga pernah dilakukan dengan mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi hingga DPR RI.

"Namun, hanya dijanjikan akan diusahakan saja belum ada tindak lanjut," jelasnya.

Selain Bendungan Pasekan itu, hal serupa juga terjadi pada Tanggul Kojor Semendi di Dusun Kojor, Desa Bojong, Kecamatan Mungkid. Tanggul yang berbentuk bronjong di tepi Sungai Pabelan tersebut amblas hingga 100 meter, tetapi hingga kini masih belum diperbaiki. Akibatnya, sekitar 5 hektar areal persawahan dan ratusan permukiman terancam terjangan banjir lahar dingin.

"Rencananya tahun ini akan ada perbaikan, tepatnya kapan saya kurang tahu," jelas Harisudin Eko, Kepala Dusun Blangkunan Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.