Kompas.com - 21/03/2013, 18:28 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan Wali Kota Salatiga John Manuel Mannopo dituntut hukuman tujuh tahun enam bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/3/2013).

John didakwa turut melakukan korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga 2008. Selain itu, John juga dituntut hukuman denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

Menanggapi tuntutan itu, John mengatakan akan tetap menghadapinya meski keberatan. Ia akan menyampaikan pembelaan melalui sidang yang akan digelar seminggu kemudian. "Kalau ada kerugian negara saya sangat menyesal, tapi saya bangga jalan itu sudah jadi dan dinikmati masyarakat," ujarnya usai sidang.

John mengatakan, jalan itu sudah lama dinantikan dan baru bisa dibangun saat ia menjabat sebagai wali kota. Ia juga mengatakan dalam proyek tersebut sama sekali tidak menerima uang.  

Pada kasus ini, jaksa menyatakan terdakwa menyalahgunakan wewenang karena sengaja memilih pemenang tender proyek JLS yang tidak sesuai dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau panitia lelang.

Berdasarkan ULP, pemenang proyek yakni PT Bali Pasific Programma. Namun kemudian proyek justru dimenangkan PT Kunjtup. "Ada intervensi pemenang lelang dalam proyek ini," ungkap Jaksa Ridho Setiawan yang membacakan tuntutan tersebut.

Menurut Jaksa, John dinyatakan melanggar Pasal 2 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Hal yang meringankan yakni terdakwa menyesali perbuatannya dan bersikap sopan, selain itu terdakwa sudah berusia lanjut," tambah Jaksa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Jaksa, berdasarkan keterangan ULP, PT Kuntjup seharusnya kalah dalam tender tersebut karena kemampuan dasarnya tidak mencukupi. Namun kemudian terdapat nota dinas Pejabat Pembuat Komitmen yang dikuatkan disposisi Wali Kota dalam pemenangan lelang.

Akhirnya PT Kuntjup yang terdaftar bekerjasama dengan PT Kadi Internasional menang dengan nilai tender sebesar Rp 47,2 miliar. Lebih tinggi dari pemenang yang dipilih ULP yakni PT Bali Pasific Programma dengan harga pengerjaan proyek sebesar Rp 42,6 miliar.

Proyek JLS diwujudkan melalui dana dari APBN sebesar Rp49,2 miliar. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng menyatakan pekerjaan yang dilakukan PT Kuntjup telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp12,2 miliar.

Kasus ini juga menyeret Titik Kirnaningsih istri Wali Kota Salatiga Yulianto yang menjabat saat ini, selaku Direktur PT Kuntjup, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Salatiga Saryono yang juga selaku pejabat pembuat komitmen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.