Kompas.com - 21/03/2013, 13:35 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Iklan TV yang mempromosikan kondom di Kenya ditarik karena protes dari para pemimpin agama, kata pejabat kementerian kesehatan setempat.

Iklan itu membuat merah telinga pemuka agama Islam dan Kristen setempat karena dinilai justru menganjurkan gaya hidup perselingkuhan, bukannya mengajarkan hubungan seks yang aman untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, yang sejak awal jadi alasan pembuatan iklan.

Dalam iklan ini dikisahkan dua perempuan menikah, salah satunya berselingkuh, berbicara tentang hubungan mereka dan anjuran untuk memakai kondom.

Pejabat Kementerian Kesehatan Kenya Peter Cherutih mengatakan kepada BBC bahwa alasan diluncurkannya iklan ini adalah karena diketahui sekitar 30 persen pasangan menikah di negara itu memang punya aktivitas seksual luar nikah.

Menurut data PBB di Kenya, ada 1,6 juta penderita HIV/AIDS, sementara populasinya mencapai 41,6 juta jiwa.

Amoral

Uskup Gereja Anglikan Kenya Julius Kalu mengatakan bahwa iklan yang disiarkan di televisi yang kerap diputar pada puncak jam tayang ini malah mendorong penonton untuk meniru perilaku perselingkuhan.

"Ada banyak cara lain untuk memberikan informasi bermanfaat kepada masyarakat. Iklan ini jelas gagal," Kata Uskup Kalu seperti dikutip koran setempat. "Iklan ini malah mendorong perilaku amoral, terlebih lagi saat semua anggota keluarga hadir menonton televisi menunggu siaran berita," tambahnya sengit.

Dewan Imam dan Ulama Kenya (CIPK) juga mengutuk stasiun televisi yang menayangkan iklan tersebut. "Iklan ini menggambarkan negeri ini layaknya (bangsa) Sodom dan Gomorah, bukan bangsa yang menghargai institusi pernikahan dan keluarga," kata Sheikh Mohammed Khalifa, pimpinan CIPK, seperti dikutip sebuah koran lain.

Di ibu kota Nairobi, sikap para pemuka agama ini banyak diikuti oleh warga setempat. Kalangan orangtua misalnya merasa jengah menonton iklan itu, padahal ada anak-anak yang masih kecil duduk menonton pula.

Meski diprotes, sebuah survei di negara Afrika tersebut menyatakan bahwa 20 persen sampai 30 persen pasangan menikah berselingkuh sebagian besar di antaranya tanpa kondom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.