Kompas.com - 18/03/2013, 11:10 WIB
EditorEgidius Patnistik

MOGADISHU, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Somalia membebaskan seorang wartawan yang dibui karena mewawancarai seorang perempuan yang diduga telah diperkosa tentara. Kasus yang menimpa wartawan itu telah memicu kecaman internasional yang luas.

Hakim Mahkaman Agung Somalia, Aidid Abdulahi Ilkahanaf, mengatakan tuduhan telah dibatalkan dan pengadilan "telah mengembalikan kebebasan wartawan Abdiaziz Abdinuur".

Baik Abdinuur mapun perempuan itu awalnya dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena "menyinggung lembaga negara". Namun semua tuduhan terhadap perempuan itu dibatalkan pada awal bulan ini, semantara hukuman terhadap Abdinuur dikurangi separuhnya.

Pembebasan Abdinuur, menyusul penahanan lebih dari dua bulan dan setelah pengadilan banding memutuskan ia harus tetap dipenjara, muncul sebagai kejutan bagi banyak orang.

Wartawan berusia 25 tahun itu keluar dari ruang sidang sambil mengucapkan doa terima kasih atas pembebasannya. Ia juga berterima kasih kepada mereka yang telah mendukungnya. "Saya sangat senang bahwa saya kembali bebas, saya berterima kasih kepada mereka yang bekerja dalam proses ini yang membantu pembebasan saya, termasuk pengacara saya," katanya.

Abdinuur ditahan pada 10 Januari lalu saat ia meneliti kekerasan seksual di Somalia, tetapi tidak menyiarkan atau menerbitkan sebuah berita setelah mewawancarai perempuan tersebut.

Dia juga dinyatakan bersalah karena "melakukan wawancara palsu dan memasuki rumah seorang perempuan saat suaminya tidak ada di rumah".

Pengadilan awalnya menganggap cerita perempuan itu palsu setelah seorang bidan melakukan "tes jari" untuk mengetahui apakah dia telah diperkosa. Human Rights Watch mengatakan metode itu (tes jari) merupakan "praktek yang tidak ilmiah dan merendahkan, yang sudah lama didiskreditkan".

Ketika dia dihukum, perempuan itu diizinkan untuk menunda hukuman penjara selama enam bulan agar bisa menyusui bayinya.

Abdinuur bekerja untuk sejumlah stasiun radio Somalia dan media internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.