Bunga Bangkai Mulai Diawetkan

Kompas.com - 14/03/2013, 02:59 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum Becc yang mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/3), akan diawetkan di Korea Selatan. Peneliti Indonesia bisa mempelajari teknik pengawetan tumbuhan besar ini sekaligus mempromosikan bunga bangkai di Korsel.

Pengawetan itu merupakan kerja sama Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor dan Goyang International Flower Foundation, Korsel. Rabu siang, empat anggota staf Goyang International Flower Foundation memotong bunga bangkai setinggi 222 sentimeter itu menjadi tiga bagian agar bisa disimpan di tiga kontainer kayu.

Bagian tongkol dipotong dua bagian, sedangkan dasar bunga dipertahankan utuh. Sementara itu, umbi bunga bangkai akan diambil sebelum dikirim ke Korsel. Setelah tersimpan di kontainer, bunga bangkai diberi silica gel.

Akhir pekan ini, bunga bangkai akan dikirim ke Korsel menggunakan pesawat terbang. Dua peneliti PKT Kebun Raya Bogor turut mengawal.

”Ini bagian dari kesepakatan kerja sama yang kami tanda tangani dengan pihak Korea Selatan tahun lalu. Bunga bangkai yang diawetkan ini ditanam tahun lalu di pot dari bentuk umbi,” kata Sofi Mursidawati, Kepala Subbagian Jasa dan Informasi, PKT Kebun Raya Bogor.

Kerja sama itu dipercaya menguntungkan kedua pihak. Peneliti Indonesia bisa mempelajari cara mengawetkan bunga bangkai agar warna dan bentuk bunga sama seperti ketika hidup. Selain itu, awetan bunga bangkai tetap milik Indonesia sehingga bisa dipamerkan utuh. Bunga awetan bertahan lima tahun.

Proyek titanum

Christopher Lim, International Business Team Overseas Trade and Marketing Goyang International Flower Foundation, mengatakan, proses pengawetan bunga bangkai dalam ”Titanum Project” itu menelan dana lebih dari 100.000 dollar Amerika Serikat. Pihaknya bekerja sama dengan PKT Kebun Raya Bogor agar bisa memamerkan bunga bangkai di International Horticulture Korea di Kota Goyang, Korsel, 27 April-12 Mei 2013.

Ia mengharapkan bunga bangkai jadi ”ikon” menarik pengunjung. Pameran itu akan diikuti peserta dari sekitar 30 negara.

Lim berharap dibolehkan memamerkan bunga bangkai selama sebulan sebelum dikembalikan ke Indonesia dan dipamerkan di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor. Sebagai imbal balik, pihaknya mengajarkan teknik pengawetan. ”Kami menggunakan silica gel khusus yang menyerap air perlahan, sekitar empat bulan. Jika terlalu cepat menyerap air, titanum bisa rusak. Kalau sudah kering, bisa bertahan 4-5 tahun,” katanya.

Kepala PKT Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar menambahkan, pengawetan bunga bangkai dapat menunjang wisata biodiversitas. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran di Goyang diharapkan mendongkrak jumlah wisatawan Korsel ke Indonesia. Selama ini, jumlah wisatawan Korsel ke Indonesia urutan ke-6 terbanyak setelah Singapura, Malaysia, Australia, China, dan Jepang. (GAL/NAW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.