Kompas.com - 13/03/2013, 13:47 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com -- Penyelidikan kasus ribuan ikan mati akibat pasang merah (red tide) di Teluk Lampung saat ini masih jalan di tempat. Belum ada tanda-tanda kasus yang ditangani Polda Lampung ini ditingkatkan ke penyidikan.

Namun demikian, Direktur Kriminal Khusus Polda Lampung Komisaris Besar (Pol) Dono Indarto membantah bahwa kasus lingkungan hidup yang dikait-kaitkan dengan aktivitas pengerukan alur Pelabuhan Panjang oleh Pelindo II Cabang Panjang itu terhenti.

"Menangani kasus lingkungan hidup macam ini memang tidak mudah. Tetapi, kami terus bekerja. Kami tinggal menunggu keterangan dari para saksi ahli. Saat ini kami mengajukan permohonan keterangan dari BPLHD (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah) Lampung," tutur Dono, Rabu (13/3/2013).

Sebelumnya, Polda Lampung juga telah meminta keterangan saksi ahli dari Institut Pertanian Bogor dan belasan saksi lainnya dari para pembudidaya ikan, lalu pihak Pelindo II dan PT Rukindo (Pengerukan Indonesia). Dono menambahkan, pihaknya kemungkinan juga memintai keterangan dari Kementerian Lingkungan Hidup jika BPLHD Lampung tidak bersedia memberi keterangan ahli.

Pada 8 Januari 2013, pembudidaya ikan kerapu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kerapu Lampung (Fokkel) melaporkan PT Pelindo II Cabang Panjang ke Polda Lampung terkait aktivitas pembuangan limbah sedimen pengerukan alur Pelabuhan Panjang. Aktivitas ini mereka yakini memicu ledakan populasi fitoplankton atau disebut pasang merah yang membunuh ratusan ribu ikan budidaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.