Kompas.com - 11/03/2013, 19:14 WIB
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com -- Ribuan ogoh-ogoh atau boneka raksasa simbol kejahatan (buta kala) di seluruh Bali, Senin (11/03/2013) malam ini diarak keliling kota dan pelosok desa merayakan malam pengerupukan atau malam tahun baru Saka 1935.

Hampir seluruh banjar di Bali membuat ogoh-ogoh dengan berbagai tema, di antaranya buta kala dan pewayangan. Di Kota Denpasar sendiri ada sekitar 945 ogoh-ogoh yang memeriahkan malam Nyepi.

Pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar dipusatkan di perempatan Patung Catur Muka, Lapangan Puputan Badung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tak hanya sekadar pawai, sejumlah ogoh-ogoh dengan kreasi terbaik juga akan dilombakan. Tahun ini ada 196 ogoh-ogoh yang lolos seleksi tim juri dan berhak untuk mengikuti lomba.

"Yang dinilai keserasian, kesesuaian tema, dan kekompakan," ujar Kasubag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar, Dewa Rai saat dihubungi Senin sore. Ribuan warga Denpasar diprediksi akan membanjiri Lapangan Puputan Denpasar untuk menyaksikan even tahunan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.