Kompas.com - 08/03/2013, 16:51 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com — Realisasi subsidi bahan bakar minyak bisa tembus 50 juta kiloliter pada tahun ini. Padahal, kuotanya adalah 46 juta kiloliter.     

"Kalau melihat tahun lalu, kuota 40 juta kiloliter menjadi 45 juta kiloliter. Tahun ini, anggarannya 46 juta kililiter. Maka, kalau tak ada kebijakan apa-apa, ada potensi itu loncat jadi sampai ke 50-51 juta kiloliter," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, seusai shalat Jumat di kompleks Kantor Kementerian Keuangan Jakarta (8/3/2013).     

Potensi jebolnya kuota, menurut Bambang, menjadi semakin besar karena adanya potensi migrasi dari yang sebelumnya menggunakan Pertamax ke Premium.

"Jika ini terjadi,  bisa saja menyentuh sampai 52-53 juta kiloliter," ujarnya. Solusinya, kata Bambang, tidak bisa tidak adalah pengendalian subsidi bahan bakar minyak harus harus dilakukan tahun ini. Berbagai opsi terus dikaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.