Kompas.com - 08/03/2013, 12:41 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

AMBON,KOMPAS.com - Puluhan aktivis perempuan dan mahasiswa yang dimotori Divisi Perempuan Aliansi Jurnalis Independen Kota Ambon, Jumat (8/3/2013) memperingati Hari Perempuan Sedunia dengan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan perempatan Tugu Gong Perdamaian Dunia.

Dalam aksi itu, puluhan pengunjuk rasa ini membentangkan spanduk bertuliskan, "melawan kekerasan", "diskriminasi dan pemiskinan terhadap perempuan". Pengunjuk rasa juga membawa sejumlah pamflet berisi seruan stop kekerasan dalam berbagai bentuk terhadap perempuan.

Dalam aksinya, mereka mengecam berbagai kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang masih terus terjadi pada kaum perempuan khususnya di Maluku. Pendemo juga meminta agar berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan segera dihentikan.

"Stop kekerasan dan dan eksploitasi terhadap perempuan, jangan lagi perempuan dijadikan sebagai objek kekerasan, perempuan harus dilindungi bukan diperlakukan tidak adil," teriak Ketua Divisi Perempuan AJI Kota Ambon Joanny Pesulima disambut yel-yel pengunjuk rasa lainnya.

Pengunjuk rasa menilai, kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk, mengindikasikan jika perlindungan terhadap hak-hak perempuan sangat lemah dan selalu diabaikan. Pengunjuk rasa juga mengatakan, angka kekerasan terhadap perempuan malah semakin meningkat dari waktu ke waktu.

"Kekerasan terhadap perempuan apapun bentuknya merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan, kami sangat menyesalkan mengapa kasus kekerasan atas perempuan terus meningkat dari waktu ke waktu, mestinya perempuan harus dihormati dan diposisikan sama," ungkap aktivis perempuan Maluku, Risna Hasanudin.

Dalam orasinya para pengunjuk rasa ini juga mengecam para pelaku kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat. Pengiunjuk rasa juga meminta agar kaum laki-laki dapat menghargai kaum perempuan dan melindunginya. Mereka menilai jika berbagai kasus kekersan yang terjadi telah mencoreng demokrasi dan hak azasi manusia.

Pengunjuk rasa  membeberkan sejumlah data tentang tingginya angka kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat di Maluku. "Menyakiti kaum perempuan sama sekali tidak dibenarkan oleh siapa pun, itu pelanggaran HAM, dan menyalahi nilai-nilai kemanusiaan, kami juga sangat prihatin dengan tingginya kasus kekerasan atas perempuan di Maluku," kata pengunjuk rasa lainnya.

Setelah berunjuk rasa kurang lebih dua jam, para pengunjuk rasa lalu membubarkan diri secara tertib.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X