Kompas.com - 07/03/2013, 11:34 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com— PT Kereta Api Indonesia memperketat sistem pembatalan tiket. Kebijakan ini dilakukan untuk menekan praktik percaloan.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) VI Yogyakarta Sri Winarto mengatakan, dari total 50.000 transaksi penjualan tiket KA per hari secara nasional, jumlah pembatalan tiket mencapai 20 persen.

Kondisi serupa terjadi di wilayah PT KAI Daop VI Yogyakarta. Dari total 8.000 transaksi penjualan tiket per hari, rata-rata ada pembatalan tiket hingga mencapai 10 persen. "Kemudahan reservasi tiket secara online dan cara pembatalan tiket sering kali dimanfaatkan oknum calo," ujarnya, Kamis (7/3/2013) di Yogyakarta.

Menurut peraturan lama, pembatalan tiket dilakukan paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta dengan denda administrasi 25 persen dari harga tiket di luar biaya pesan. Akan tetapi, dalam peraturan baru, uang pengembalian tiket akan diberikan dalam waktu 30-45 hari setelah calon penumpang menerima print out bukti pembatalan.

Sama seperti peraturan sebelumnya, setiap pembatalan tiket tetap dikenai denda administratif sebesar 25 persen. Adapun, pengembalian uang tiket bisa dilakukan melalui transaksi tunai atau transfer bank.

Menurut Winarto, mulai tanggal 7 Maret 2013 para calon penumpang yang mengajukan perubahan jadwal akan dikenakan biaya administrasi perubahan jadwal sebesar 25 persen di luar biaya pesan. Kebijakan ini berlaku di semua kelas pelayanan KA.

Modus-modus calo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan pengetatan kembali pembatalan tiket merupakan antisipasi praktik percaloan yang kini dilakukan dengan berbagai macam modus operandi. Di beberapa tempat, para calo beraksi dengan meminjam kartu tanda penduduk (KTP) calon penumpang untuk membeli tiket. Selanjutnya, tiket tersebut dijual dengan harga sangat tinggi.

"Modus lain yang mereka gunakan adalah melakukan scanning terhadap KTP milik seseorang kemudian hasil scan dipakai untuk membeli tiket," papar Winarto.

Hendra, seorang penumpang kereta asal Sleman mengungkapkan, setiap kali terjadi ledakan arus penumpang, ia masih sering bertemu oknum yang menawarkan jasa pemesanan tiket. Akan tetapi, setelah PT KAI mewajibkan pemesanan tiket menggunakan KTP akhir-akhir ini, aktivitas percaloan mulai berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.