Inilah Letusan Terbesar Tangkuban Parahu sejak 1992

Kompas.com - 06/03/2013, 18:03 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono memastikan dua letusan freatik Gunung Tangkuban Parahu pada Senin (4/3/2013) dan Rabu (6/3/2013) merupakan letusan terbesar yang tercatat sejak tahun 1992.

Berdasarkan data yang diterima PVMBG, pada tahun 2005 dan juga 2013 lalu, Gunung Tangkuban Parahu yang menjadi ikon pariwisata di daerah Bandung sempat menggeliat selama beberapa bulan. Namun, aktivitas vulkanik tersebut hanya berupa embusan gas beracun di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau 1,5 kilometer dari pusat Kawah Ratu.

"Yang terbesar terakhir itu tahun 1992 dengan ketinggian semburan material vulkanik 159 meter di atas Kawah Ratu," kata Kepala PVMBG Surono saat ditemui di kantornya, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, siang tadi.

Menurut Surono, letusan yang terjadi dua hari ke belakang merupakan letusan terbesar Gunung Tangkuban Parahu sejak 12 tahun terakhir dengan prediksi semburan material vulkanik sekitar 500 meter dari pusat Kawah Ratu.

Data yang diperoleh di lapangan mempertegas kembali letusan tersebut memang merupakan letusan terbesar. Pasalnya, material berupa batu dengan diameter 30 sentimeter mampu terlontar hingga jarak 50 meter saat letusan Senin (4/3/2013) lalu. "Gempa dalam tercatat hari ke hari tidak mengalami penurunan. Bahkan, letusan kedua membuat lubang baru dan berpindah sekitar 30 meter ke arah lembah maut akibat longsor di tebing kawah pertama," jelas pria yang akrab disapa Mbah Rono ini.

Kendati letusan tersebut besar, PVMBG tidak menaikkan status Tangkuban Parahu dan tetap pada waspada level II. Namun, Surono menyesalkan tindakan pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, yaitu PT GRPP, yang masih membuka kunjungan wisata meski sudah diperingatkan beberapa kali.

"Untungnya letusan terjadi pagi dan sore hari ketika sudah tidak ada pengunjung. Yang saya khawatirkan jika terjadi letusan siang hari, pasti akan menimbulkan kepanikan," tegasnya.

Surono bersyukur hingga hari ini sudah tidak ada pengunjung dan juga pedagang yang berada di bibir Kawah Ratu, yang masih kerap mondar-mandir untuk mengambil dan mengamankan barang dagangan mereka. "Sudah tidak ada pengunjung, dan mudah-mudahan pedagang sadar kalau di sana sudah tidak aman," tegasnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

    Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

    Regional
    Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

    Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

    Regional
    Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

    Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

    Regional
    Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

    Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

    Regional
    Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

    Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

    Regional
    Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

    Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

    Regional
    Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

    Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

    Regional
    Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

    Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

    Regional
    Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

    Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

    Regional
    Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

    Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

    Regional
    Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

    Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

    Regional
    Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

    Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

    Regional
    Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

    Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

    Regional
    Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

    Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

    Regional
    Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

    Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X