Kompas.com - 06/03/2013, 09:43 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Bercinta sepertinya bisa menjadi terapi untuk mengobati sakit kepala, terutama sakit kepala yang intens dan hanya terjadi di satu bagian kepala atau biasa disebut migren.

Hal tersebut diungkapkan hampir sepertiga pasien yang kerap menderita migren. "Ada sebagian pasien, sekitar satu dari tiga pasien yang mengatakan sakit kepalanya sembuh setelah melakukan aktivitas seksual," kata Stevan Evers, ahli neurologi dan spesialis sakit kepala dari Universitas Munster Jerman.

Evers belum mengetahui mengapa hal itu terjadi, tetapi menurut hipotesanya, lonjakan hormon endorfin selama bercinta mungkin menghilangkan rasa sakit kepala. Hormon endorfin juga diketahui sebagai penghilang rasa sakit alami tubuh.

Migren sendiri dipicu oleh berbagai sebab, antara lain kilatan cahaya, makanan, dan seks. Kendati begitu menurut beberapa penelitian berskala kecil, hubungan intim diketahui lebih efektif ketimbang obat penghilang nyeri dalam mengatasi sakit kepala.

Dalam penelitian yang dilakukan Evers dan timnya, dilibatkan 800 pasien yang menderita migren dan 200 pasien dengan keluhan sakit kepala klaster. Mereka diminta mengisi kuesioner mengenai hubungan seksual ketika serangan sakit kepala datang, serta bagaimana seks berpengaruh pada intensitas sakit kepala.

Hasil penelitian menunjukkan, sepertiga pasien melakukan hubungan seksual ketika sedang menderita migren atau sakit kepala klaster. Pada penderita migren, sekitar 60 persen mengatakan sakit kepalanya sembuh, dengan mayoritas mengaku sakit kepalanya berkurang atau sembuh total.

Namun pada 30 persen pasien diketahui berhubungan seks justru memperparah sakit kepala.

Pada pasien dengan sakit kepala klaster, sepertiga mengatakan ada penurunan rasa nyeri kepala secara total atau seperuhnya. Hampir 50 persen responden dari kelompok ini menyebutkan sakit kepala mereka justru bertambah parah jika bercinta.

Evers mengatakan, pada mereka yang mengalami kesembuhan sakit kepala ada kemungkinan tubuhnya mengeluarkan endorfin lebih banyak ketika berhubungan seks.

"Pada umumnya juga terjadi pelepasan endorfsin saat melakukan aktivitas olahraga ekstrem seperti lari marathon atau triathlon. Kemungkinan pasien tersebut juga mengalaminya ketika berhubungan seks," kata Evers.

Meski begitu, menurut Alexander Mauskop, ahli saraf dan direktur New York Headache Center, sebagian besar pasien migren pada umumnya tidak suka disentuh atau berdekatan dengan orang lain ketika nyerinya datang.

"Pelepasan endorfin saat sedang orgasme akan membantu mengurangi bahkan menyembuhkan migren. Sehingga masturbasi mungkin membantu," kata Mauskop yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.