Masyarakat Taniwel Ancam Golput

Kompas.com - 05/03/2013, 12:51 WIB

AMBON, KOMPAS.com — Sedikitnya 50 mahasiswa asal Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, berunjuk rasa di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (5/3/2013). Mereka kecewa atas lambannya pemerintah memperbaiki jembatan Wai Kaputi dan Sapalewa di Taniwel yang rusak diterjang banjir bandang, awal 2012.

Karena tidak ada jembatan, warga dari 20 desa di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur harus menggunakan rakit untuk menyeberang. "Saat air sungai tinggi, biasanya terjadi saat musim hujan seperti sekarang, warga tidak bisa menyeberang sama sekali," kata Ferry Kasale, salah satu pengunjuk rasa.

Karena pemerintah lambat, mereka mengatakan masyarakat Taniwel dan Taniwel Timur mengancam tidak akan memilih saat pemilihan gubernur Maluku pada Juni mendatang. "Jika tidak kunjung ada perbaikan, kami golput," kata salah satu pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa kemudian ditemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maluku Ismail Usemahu. Dia mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp 5 miliar untuk memperbaiki kedua jembatan. Kedua jembatan diperkirakan sudah bisa digunakan lagi sebelum akhir 2013.


"Perbaikan yang dilakukan itu perbaikan sementara saja sehingga jembatan bisa digunakan oleh warga dan dilalui oleh kendaraan. Namun, untuk perbaikan permanen belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran," katanya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Ismail Usemahu, para pengunjuk rasa membubarkan diri.



EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X