Kompas.com - 01/03/2013, 09:04 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

KUPANG, KOMPAS.com — Perburuan paus di Lamalera, Lembata, NTT, tetap difokuskan sebagai ajang pariwisata, bukan kegiatan bisnis.

"Lagi pula kegiatan itu tidak bersifat rutin. Mungkin dalam satu tahun hanya 4-8 paus yang ditangkap. Itu pun jenis paus jantan yang sudah tua. Paus betina tidak akan ditangkap," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTT, Ande Jehalu, di Kupang, Jumat (1/3/2013).

Andre Jehalu mengatakan, aksi berburu paus secara tradisional di Lamalera sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam, dan merupakan peninggalan nenek moyang.

"Itu tradisi turun-temurun sehingga tidak bisa dihentikan. Lagi pula mereka cuma berburu paus di sekitar perairan Lamalera, tidak masuk Laut Sawu," kata Jehalu.

Hasil buruan paus ditukar dengan jagung, beras, ubi, pisang, dan pangan lain dari masyarakat gunung. Mereka saling mendukung. Daging paus itu pun dibagi kepada semua warga di kampung itu, terutama janda dan fakir miskin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.