Kompas.com - 28/02/2013, 22:41 WIB
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim pemenangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) menuding pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub/cawagub) Jawa Barat Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menggunakan dana APBD untuk kampanye Pilkada Jabar.

Tudingan itu disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Paten, Abdy Yuhana, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (28/2/2013) malam. Abdy menyatakan, pihaknya menemukan sejumlah indikasi kecurangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (Jabar).

Cagub Jabar Ahmad Heryawan, seperti diklaim Paten, berkeliling ke sejumlah daerah dan menjanjikan memberikan bantuan itu. Tak lama kemudian, dana dicairkan. Padahal, Heryawan pernah menyatakan bantuan belum dicairkan. Paten menyatakan memiliki bukti tersebut.

Di sisi lain, lanjut Abdy, indikasi kecurangan itu terlihat lewat adanya dugaan money politic hingga pengarahan untuk memilih pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (Aher-Demiz) di rumah sakit umum daerah (RSUD) di Cirebon.

"Sejauh ini ada tahapan proses yang tengah kami dalami dan sekarang ini justru muncul bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh pasangan Aher-Demiz," kata Abdy Yuhana.

Kecurangan berupa money politic, lanjut Abdy, tecermin dari pemanfaatan dana APBD. Dana rakyat yang ditaksir mencapai angka Rp 4,5 miliar itu digelontorkan secara besar-besaran sepanjang Februari. Bentuknya, kata dia, lewat bantuan desa yang diberikan kepada 45 desa di wilayah Jabar.

"Setiap desa diberikan bantuan Rp 100 juta. Daerah-daerah yang menerima bantuan itu di antaranya tersebar di Tasik, Cianjur, Banjar, Ciamis, sampai Cirebon," katanya.

Selain bantuan desa, Abdy menemukan pula fakta dugaan kecurangan lewat bantuan yang diberikan kepada pesantren ataupun kelompok tani. Bantuan tersebut berbentuk dana hibah.

"Peningkatannya mencapai lebih 100 persen. Jika sebelumnya hanya ada Rp 1,4 triliun, maka jelang pencoblosan ini dana hibah yang diberikan itu mencapai sekitar Rp 4 triliun. Data-data itu sudah kami peroleh."

Hal lainnya lagi, kata Abdy, adanya dugaan mengarahkan para pasien di RSUD untuk memilih pasangan nomor 4 tersebut. Temuan itu didapat di RSUD di Cirebon. Ia mengatakan, temuan ini sangat disesali dalam upaya mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.