Kompas.com - 28/02/2013, 21:59 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com -- Upaya damai yang diinginkan Wakil Wali Kota Magelang, Joko Prasetyo, dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditolak oleh istrinya, Siti Rubaidah (Ida). Deni Septiviant, salah satu kuasa hukum Ida mengatakan, penolakan tersebut dilakukan untuk menghargai usaha keras kepolisian dan kejaksaan yang telah memproses kasus tersebut.

"Sepertinya tidak menghargai kerja keras penegak hukum yang sudah susah payah untuk membuktikan semuanya. Jadi sangat berat hati apabila klien kami selaku korban dengan tiba-tiba mencabut aduannya," tandasnya, Kamis (28/2/2013).

Deny mengaku tetap akan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian maupun kejaksaan hingga tuntas. Sejauh ini, menurutnya, para penegak hukum tersebut, sudah bekerja secara profesional serta proporsional dalam menangani kasus kliennya.

"Intinya, korban demi menghargai proses ini, telah menyerahkan kepercayaan kepada penegak hukum untuk menjalankan proses hukum ini hingga final," tegasnya.

Sebelumnya, Joko Prasetyo melalui kuasa hukumnya, Alouvie Ridha Mustafa, mengatakan bahwa Joko masih berharap masih ada mediasi atau islah antara dirinya dengan Ida. Bahkan, Joko berjanji akan mencabut semua laporan terhadap Ida dari tim penyidik Polres Magelang Kota, yakni pencemaran nama baik dan pencurian dalam rumah tangga.

"Pada prinsipnya, klien kami masih sangat berharap semua masalah ini dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan," tuturnya.

Dia juga menambahkan, prosedur islah tersebut, harus dilakukan sesuai dengan aturan yuridisial yang ada, maupun atas dasar kepentingan keluarga, terlebih kedua anak mereka.

"Kami siap mencabut laporan kami di kepolisian jika terlapor (Siti Rubaidah) juga mencabut laporannya," paparnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Hisar Banjar Nahor menyampaikan, hingga saat ini status Joko Prasetyo masih tersangka. Sebab, perubahan status menjadi terdakwa akan ditetapkan setelah surat dakwaan dibacakan pada sidang pertama di Pengadilan Negeri Kota Magelang. Namun, pihaknya masih belum memastikan agenda sidang tersebut dilakukan.

"Saat ini masih pelimpahan tahap kedua dari kepolisian ke kejaksaan. Kami berjanji akan segera melimpahkan berkas ini ke pengadilan, pasti tidak lama-lama," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.