Badai Rusty Sebabkan Cuaca Yogyakarta Cerah

Kompas.com - 28/02/2013, 16:32 WIB
EditorFarid Assifa

YOGYAKATA, KOMPAS.com -- Badai tropis Rusty yang berada di utara Australia sejak Jumat (22/2/2013) mengakibatkan gangguan cuaca jangka pendek, sehingga cuaca Yogyakarta dan sekitarnya menjadi cerah meskipun masih berada di musim hujan.

"Munculnya badai Rusty mengakibatkan perubahan pola angin di atas wilayah Yogyakarta sehingga beberapa hari terakhir ini cuaca cenderung lebih cerah," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Tony Agus Wijaya di Yogyakarta, Kamis.

Badai tropis Rusty terjadi di perairan sebelah barat Australia bertekanan udara 985 mb dengan kecepatan maksimal di pusat badai mencapai 45 knots yang bergerak ke selatan.

Selain mengakibatkan cuaca menjadi lebih cerah, badai Rusty tersebut juga meningkatkan kecepatan angin di laut selatan Yogyakarta menjadi lebih dari 40 kilometer (km) per jam. Rata-rata kecepatan angin di laut selatan adalah 10-20 km per jam saat cuaca normal.

"Meningkatnya kecepatan angin tersebut juga mengakibatkan gelombang laut menjadi lebih tinggi, yaitu sekitar lima meter. Padahal, rata-rata tinggi gelombang adalah kurang dari dua meter," katanya.

Menurut dia, gangguan cuaca jangka pendek tersebut akan segera berakhir pada akhir pekan ini karena badai Rusty semakin menjauhi wilayah Indonesia.  

"Dalam beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan kembali turun di wilayah Yogyakarta," katanya.

Seiring dengan kembalinya kondisi cuaca menjadi normal, Tony juga mengingatkan masyarakat untuk mewasdapai munculnya angin kencang skala lokal.

Angin kencang lokal, lanjut dia, berpotensi muncul seusai cuaca cerah selama beberapa hari.

"Saat cuaca cerah, terjadi pembentukan awan cumulo nimbus (CB) yang berpotensi mengakibatkan hujan ekstrem dan angin kencang. Karenanya, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan," katanya.

BMKG memperkirakan, musim hujan di wilayah Yogyakarta baru akan berakhir pada April, dan sejak Maret intensitas hujan akan terus berkurang sedikit demi sedikit.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19 | Putra Amien Rais Dukung Gibran

[POPULER NUSANTARA] Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19 | Putra Amien Rais Dukung Gibran

Regional
Mengintip Kehidupan Masyarakat Pulau Terluar Sulsel, Harga Mahal hingga Lebih Dekat ke NTB (1)

Mengintip Kehidupan Masyarakat Pulau Terluar Sulsel, Harga Mahal hingga Lebih Dekat ke NTB (1)

Regional
Polemik Yel 'Hancurkan Risma', Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Polemik Yel "Hancurkan Risma", Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Regional
Perjalanan Kasus Pemerkosan Bocah 14 Tahun oleh 10 Pria di Tasikmalaya, Korban Alami Intimidasi

Perjalanan Kasus Pemerkosan Bocah 14 Tahun oleh 10 Pria di Tasikmalaya, Korban Alami Intimidasi

Regional
'Green Economy' hingga Pembangunan 7 Lokasi Pembibitan di Indonesia, Ini Pesan Jokowi Saat Tinjau Pusat Sumber Benih Rumpin Bogor

"Green Economy" hingga Pembangunan 7 Lokasi Pembibitan di Indonesia, Ini Pesan Jokowi Saat Tinjau Pusat Sumber Benih Rumpin Bogor

Regional
Cerita di Balik Baliho Ulang Tahun Bernilai Rp 25 Juta, Kejutan Crazy Rich Surabaya untuk Sang Istri

Cerita di Balik Baliho Ulang Tahun Bernilai Rp 25 Juta, Kejutan Crazy Rich Surabaya untuk Sang Istri

Regional
Detik-detik Bocah Tewas Jatuh dari Tebing 20 Meter, Teman Sempat Berusaha Tarik Kaki Korban

Detik-detik Bocah Tewas Jatuh dari Tebing 20 Meter, Teman Sempat Berusaha Tarik Kaki Korban

Regional
Fakta Bayi Dibuang di Kebun, Ibunya Masih Pelajar dan Hasil Hubungan di Luar Nikah

Fakta Bayi Dibuang di Kebun, Ibunya Masih Pelajar dan Hasil Hubungan di Luar Nikah

Regional
Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X