Rusty Mulai Berimbas

Kompas.com - 28/02/2013, 02:42 WIB
Editor

Banyuwangi, Kompas - Nelayan di pantai selatan Banyuwangi, Jawa Timur, diminta waspada. Sebab, hingga Rabu, gelombang tinggi masih terjadi. Sejak tiga hari lalu, imbas angin siklon tropis Rusty tak hanya membuat perahu nelayan rusak, tetapi juga menyebabkan atap rumah warga beterbangan.

Hal itu disampaikan Syahbandar Banyuwangi Widodo, Rabu (27/2). ”Wilayah selatan Banyuwangi ikut terkena imbas angin siklon tropis Rusty. Gelombang laut di pantai selatan bisa mencapai 2-3 meter dan disertai angin kencang. Karena itu, nelayan harus berhati-hati jika melaut. Di laut, gelombang tinggi merusakkan setidaknya dua kapal nelayan,” ujarnya.

Menurut Widodo, tiga hari terakhir, kawasan selatan Banyuwangi sempat diterjang angin ribut. Selain merusak tujuh atap rumah warga di Kecamatan Pesanggaran, angin juga merobohkan pepohonan di jalan besar dan perkebunan.

Siklon tropis Rusty merupa- kan nama yang dilansir Pemerintah Australia untuk memberi nama siklon yang baru tumbuh di perairan Samudra Hindia barat laut Benua Australia tersebut.

Akibat gelombang tinggi dan tiupan angin, nelayan di pantai selatan kini memilih tak melaut. Mereka yang telanjur melaut berlindung di pelabuhan perikanan terdekat sambil menunggu cuaca tenang kembali.

Menurut Suja’i (44), nelayan dari Kampung Grajagan, Kabupaten Banyuwangi, gelombang tinggi belum mereda. Angin pun masih kencang bertiup terutama di pesisir pantai. ”Kami menghentikan semua kegiatan melaut. Memang ada yang nekat, tetapi akhirnya berputar lagi di sekitar teluk karena angin sangat kencang. Perahu kami tak bisa bertahan di tengah laut,” katanya.

Nelayan yang tak melaut juga terlihat di pusat perikanan Muncar. Di pelabuhan itu, perahu nelayan berderet-deret di dermaga. Para nelayan yang biasanya berlayar hingga pantai selatan memilih menunda melaut karena gelombang tinggi.

Hasyim (33), nelayan Muncar, mengatakan, ada beberapa nelayan yang nekat melaut, tetapi mereka memilih mencari ikan di sekitar Selat Bali yang aman.

Meskipun berdampak pada nelayan, siklon Rusty tak sampai mengganggu lalu lintas pelayaran kapal penumpang. Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, yang menghubungkan Jawa dengan Bali, masih beroperasi normal. ”Kondisi gelombang laut di Selat Bali yang menjadi nadi penyeberangan Jawa-Bali masih normal atau kurang dari 1 meter. Kecepatan angin pun masih di bawah 20 knot. ”Selat Bali tak terimbas badai. Jadi, aktivitas di kawasan ini masih aman,” ucap Widodo.

Terganggu

Akibat hujan deras disertai angin kencang selama sepekan terakhir, pelayaran dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menuju Kepulauan Selayar dan Sulawesi Tenggara juga terganggu. Pengelola pelabuhan memberlakukan sistem buka dan tutup untuk penyeberangan. Sebab, ketinggian gelombang mencapai 3,5 meter.

Syahbandar Pelabuhan Bira Muhammad Abidin mengemukakan, pihaknya sempat membuka pelayaran pada Rabu pagi setelah mendapat informasi kondisi cuaca kondusif dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Jadwal keberangkatan dua kapal motor tujuan Kepulauan Selayar dan Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, pun dimajukan dari jadwal semestinya pada sore.

Adapun Kantor Administrator Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, meminta seluruh operator tongkang menunda keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Intan. Gelombang tinggi hingga 7 meter disertai angin kencang yang melanda perairan selatan Pulau Jawa ini dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.

Namun, di Maluku, pelayaran Kapal Motor Sabuk Nusantara 34 atau kapal perintis baru terhambat akibat tak adanya pasokan bahan bakar. Imbasnya, belasan penumpang harus menunggu berhari-hari karena kapal tak bisa berlayar. (NIT/APA/RIZ/GRE/CHE)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
Modus Bisa Obati Kanker Rahim dan Kemasukan Jin, Kakek Ini Malah Cabuli Pelajar

Modus Bisa Obati Kanker Rahim dan Kemasukan Jin, Kakek Ini Malah Cabuli Pelajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X