Menkopolhukam: Pelaku Penembakan di Papua Harus Dihadapkan ke Muka Hukum

Kompas.com - 27/02/2013, 18:25 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto menegaskan pelaku penembakan empat anggota TNI dan empat warga sipil yang terjadi di Distrik Sinak dan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, harus dihadapkan ke muka hukum.

"Pelaku penembakan harus terus dikejar. Harus dihadapkan dengan penegakan hukum yang harus ditegakkan," kata Djoko di hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Dia menjelaskan, penangkapan pelaku penembakan bertujuan mengetahui motif aksi kekerasan tersebut.

Sampai saat ini, motif penembakan belum diketahui. Selain itu, aparat belum dapat memastikan pelaku penembakan berasal dari kelompok mana. Aparat, kata Djoko, masih mengejar dan mencari pelaku. "Saya juga sampaikan kelompok itu ada banyak," ujar dia.

Djoko mengatakan aparat sudah mengantongi identitas kelompok yang dicurigai sebagai pelaku penembakan. "Kelompoknya ini, kalo saya bilang itu nama orang seolah-olah itu jadi yang tertuduh. Memang ada kelompok-kelompok tapi lebih baik saya bilang ABC. Nanti kalau kami tangkap orangnya baru tahu kelompoknya," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan polisi sudah mengantongi identitas para pelaku, bahkan tahu lokasi mereka. TNI pun berharap polisi segera menangkap seluruh pelaku.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat Bareskrim Polri bisa menangkap pelaku sesuai dengan yang diinstruksikan Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), buru, tangkap, ajukan ke pengadilan, hukum sesuai undang-undang yang berlaku," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksda TNI Iskandar Sitompul di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (27/2/2013) pagi.

Hingga saat ini, TNI masih menyiagakan personel jika polisi membutuhkan bantuan untuk menangkap para pelaku. Tapi, Iskandar mengatakan saat ini jumlah anggota TNI di Papua sudah mencukupi sehingga tidak perlu ada penambahan pasukan.

Tapi, imbuh Iskandar, adanya insiden penembakan ini membutuhkan peningkatan kewaspadaan para personel di lapangan. "Tentu kami tingkatkan kewaspadaan, jangan terkecoh oleh situasi yang selalu adem-adem. Kita harus tetap waspada di sana," tegas dia.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Kontak Tembak di Papua

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.