Kompas.com - 26/02/2013, 19:59 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Sekitar dua tahun hidup di dalam sangkar, akhirnya hari ini Selasa (26/02) menjadi hari bahagia bagi seekor Elang Jawa jantan. Satwa dilindungi ini kembali bisa merasakan alam bebas setelah dilepaskan di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.

Elang Jawa, yang dilepaskan secara simbolis oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, merupakan hasil dari rehabilitasi di Wild Life Rescue (WLR), Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo.

Dua tahun lalu seorang mahasiswa bernama Khusnun Irawan ditawari seekor elang oleh seseorang. Ketika melihat elang tersebut ia mengetahui jika jenisnya Elang Jawa yang merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Akhirnya ia membelinya dan menyerahkan elang tersebut ke Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY).

"Sebelum dilepas ke alam bebas, elang tersebut sudah menjalani berbagai tahapan rehabilitasi. Kami sudah melepas sebanyak enam ekor sejak 2004 silam," terang Heru Catur Nugroho, Sekretaris Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY).

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan, pelepasan Elang Jawa ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat yang selama ini memelihara satwa dilindungi, agar menyerahkannya kepada pemerintah untuk direhabilitasi dan dilepaskan ke habitatnya.

"Saya harapkan pelepasan Elang Jawa ini juga diikuti dengan tindakan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menangkap atau memburu satwa yang dilindungi," tegasnya.

Ia berharap dengan pelepasan Elang Jawa ke lereng Merapi ini dapat mengembalikan populasi satwa yang kian langka.

"Di lereng Merapi, populasi Elang Jawa tinggal lima ekor dan sekarang tambah satu lagi. Ada satu ekor betina di sini dan dengan penambahan satu ekor jantan ini semakin menambah potensi perkembangbiakannya," ungkapnya.

Sultan berharap pihak berwenang terus memantau dan mengawasi perkembangan Elang Jawa agar bisa hidup dan tidak diburu orang.

"Pengawasan menjadi sangat penting ketika ingin melestarikan satwa dilindungi termasuk, Elang Jawa," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.