Kompas.com - 25/02/2013, 12:48 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Penembakan yang terjadi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya beberapa waktu lalu juga menewaskan empat warga sipil. Keempat warga tersebut diketahui berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan. Keempatnya pun akan dimakamkan di kampung halaman.

"Untuk korban warga sipil, dari empat itu saudara-saudara kita dari Toraja. Akan disemayamkan untuk waktu yang ditentukan, dilakukan di rumah adat masyarakat Toraja. Informasi terkahir hari ini sudah diberangkatkan dilakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk dimakamkan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2013).

Sebanyak 11 orang yang tewas itu, termasuk TNI baru berhasil dievakuasi dari Sinak ke Jayapura pukul 11.00, Minggu (24/2/2013). Evakuasi dilakukan menggunakan dua helikopter milik TNI.

Tim dokter gabungan dari TNI maupun Polri kemudian diturunkan untuk melakukan otopsi jenazah. Penembakan terjadi di dua wilayah berbeda di Papua, Kamis (21/2/2013).

Satu anggota TNI dinyatakan tewas di Distrik Tingginambut atas nama Pratu Wahyu Bowo. Ia ditembak dekat Pos Satgas TNI, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya pada pukul 09.00 WIT. Kemudian, korban luka Danpos Satgas atas nama Lettu Inf. Reza yang tertembak pada lengan bagian kiri.

Sementara tujuh lainnya tewas saat terjadi pengadangan serta penyerangan oleh kelompok bersenjata di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, pukul 10.30. Saat itu 10 anggota Koranmil Sinak, Kodim 1714/Puncak Jaya sedang menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio dari Nabire.

Tujuh orang yang tewas yakni Sertu Udin, Sertu Frans, Sertu Romadhon, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojon, dan Praka Wempi. Di Distrik Sinak, sebanyak empat warga sipil tewas atas nama Yohanis, Uli, Markus dan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Sementara warga sipil yang terluka yakni Joni, Ronda, Rangka dan Santin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI Djoko Suyanto menduga kuat penembakan di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, merupakan aksi penyerangan dari kelompok Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) pimpinan Goliath Tabuni.

Sementara, penembakan yang terjadi di Distrik Sinak diduga pelakunya kelompok bersenjata pimpinan Murib. Saat ini para pelaku masih dalam pengejaran. Kondisi geografis di Papua yang berbukit dan terjal menjadi kendala aparat mengejar pelaku. "Belum ada sampai saat ini. Kita masih lakukan pengejaran," terang Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.