Kompas.com - 25/02/2013, 12:34 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDUNG, KOMPAS.com — PDI-P DPD Jawa Barat berkeyakinan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur akan berlangsung dua putaran dan bukan satu putaran seperti prediksi sejumlah lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat.

"Saya hormati hitung cepat, tetapi itu bukan alat, apalagi dasar untuk menangkan pasangan. Kami akan tunggu hasil KPU siapa yang menang dan siapa yang tidak melakukan pelanggaran," ujar Ketua DPD PDI-P Jabar TB Hasanuddin, Senin (25/2/2013) di kantornya.

Ia mengatakan, keyakinan bahwa pilgub akan berlangsung dua putaran didasarkan hasil penghitungan riil, yakni berdasarkan pengumpulan formulir dari TPS.

Dari hasil hitung riil formulir C1 yang dilakukan oleh saksi dari pasangan Rieke-Teten hingga Senin pagi, telah terkumpul 7.700.288 juta suara.

Dari jumlah itu, pasangan Dikdik-Toyib memperoleh 3,75 persen, pasangan Irianto-Tatang memperoleh 14,82 persen, pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana memperoleh 23,11 persen, pasangan Aher-Dedy Mizwar memperoleh 29,55 persen, dan pasangan Rieke-Teten memperoleh 28,77 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.