Silakan Menggugat

Kompas.com - 23/02/2013, 03:12 WIB
Editor

Batam, Kompas - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan, Bupati Garut Aceng Fikri harus meletakkan jabatan setelah keputusan presiden diterimanya. Namun, jika Aceng masih ingin menggugat keputusan yang mengesahkan pemberhentiannya, Mendagri mempersilakan.

Gamawan, Kamis (21/2), menyatakan, keputusan Aceng harus mundur dari jabatannya sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2013 tentang Pengesahan Pemberhentian Bupati Garut Aceng Fikri. Apalagi, salinan keppres itu telah diterima Sekretaris Daerah Jawa Barat Pery Soeparman.

”Kemudian, saya minta wakil bupati untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana bupati,” ujar Gamawan saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau.

Menurut dia, sebagai warga negara, Aceng bisa saja menggugat keputusan pemberhentian dirinya lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). ”Namun, kan, keputusan pemberhentian Aceng sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Bahkan, sudah diuji oleh Mahkamah Agung (MA),” tuturnya.

Keputusan MA, lanjut Gamawan, juga bersifat final. ”Undang-undang mengatakan seperti itu. Tetapi, kalau Aceng mau menggugat, silakan. Biar diuji pengadilan kalau memang dinilai tidak konstitusional. Namun, kalau nanti (menggugat keputusan) ke PTUN, ujung-ujungnya juga ke MA,” katanya.

Sehari sebelumnya, kuasa hukum Aceng, Ujang Suja’i, mengancam akan menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan penerbitan Keppres No 17/P Tahun 2013 yang dinilai cacat hukum dan tak sesuai aturan. (Kompas, 21/2)

Kepala Biro Humas, Umum, dan Protokol Sekretariat Daerah Jabar Rudy Gandakusumah mengatakan, keppres itu sudah diterima langsung oleh pelaksana harian Sekretaris Daerah Jabar Pery Soeparman, dan dilaporkan kepada Gubernur Ahmad Heryawan. Keppres akan diserahkan kepada Aceng pada Senin (25/2). Selain Bupati Garut, penyerahan surat ini juga akan mengundang Ketua DPRD Kabupaten Garut dan Wakil Bupati Garut.

Malah digugat

Hingga kini ancaman Suja’i belum terealisasi. Namun, perkembangan yang ada justru tak terduga. Dalam keterangan pers yang diadakan di Garut, Aceng mengaku tidak didampingi lagi oleh dua tim kuasa hukumnya, yaitu Eggi Sudjana dan Ujang Suja’i.

”Sekarang, saya tidak lagi didampingi Eggi Sudjana ataupun Ujang Suja’i. Kelanjutan tentang gugatan yang sebelumnya dilontarkan belum bisa saya katakan tindak lanjutnya. Yang pasti, saya tidak ingin merugikan masyarakat Garut. Kalau saya dianggap mengganggu, saya mohon maaf,” ujar Aceng.

Saat ditanya, apakah hal itu berarti semua gugatan hukum yang dilayangkan Eggi dan Suja’i akan gugur, Aceng tak menjawab. ”Kelanjutan gugatan akan dibicarakan bila saya sudah menerima surat keputusan presiden mengenai pemberhentian saya,” ucapnya.

Suja’i yang sejak dua bulan lalu mendampingi Aceng justru tak tahu-menahu soal pernyataan Aceng. ”Pak Aceng tak pernah menghubungi saya terkait pemutusan perjanjian pendampingan hukum. Bahkan, pesan singkat pun tak ada,” ujarnya saat dihubungi. Jika benar Aceng memutuskan sepihak, ia akan menggugat karena banyak kewajiban yang belum diselesaikan.(CHE/ELD/RAZ)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.