Kompas.com - 21/02/2013, 20:42 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Pengusiran istri dan anak kandungnya yang dilakukan Ketua DPRD Enrekang demi menikahi gadis belia akhirnya dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat (Sulselbar).

Laporan resmi Asni (39) atas perilaku suaminya, Andi Natsir, ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, kepada Wartawan, Kamis (21/2/2013).

Menurut Endi, untuk memeriksa Ketua DPRD, pihaknya masih menunggu jadwal pemanggilan. "Terkait pemeriksaan terhadap Ketua DPRD Enrekang, sementara menunggu jadwal. Laporan baru masuk, nanti akan ditindaklanjuti oleh penyidik. Tentunya dilakukan pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu," kata Endi.

Kasus pengusiran istri dan anak kandung oleh Ketua DPRD Enrekang pun menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari aktivis perempuan di Makassar. Ketua Solidaritas Perempuan Makassar, Hajar, mengatakan, polisi harus menindaklanjuti segera laporan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini, apalagi perbuatan ini dilakukan oleh seorang wakil rakyat.

"Harus ditindaklanjuti secepatnya, kekerasan tidak diinginkan oleh semua pihak. Ini sudah berbeda dengan nilai ketimuran kita. Bagaimana pun kekerasan terhadap perempuan harus ditiadakan," tandasnya.

Sementara Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sulawesi Selatan, Wahidin Kamase, mengatakan, perilaku Ketua DPRD Enrekang ini sudah masuk kategori KDRT. Terlebih lagi, putusan Pengadilan Agama Enrekang terkesan tidak berasaskan keadilan.

"Tindakan Andi Natsir merupakan pelanggaran berat dan memberikan contoh buruk bagi masyarakat, mengusir istri dan anaknya demi merebut perempuan lain," terang Wahidin.

Ketua DPRD Kabupaten Enrekang Muhammad Natsir (53) dilaporkan oleh istrinya, Andi Asni, ke Polda Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2013), terkait KDRT. Selain kekerasan fisik, politisi dari Partai Golkar ini juga dituding telah melakukan kekerasan psikologis terhadap korban.

Natsir mengusir istri dan anaknya setelah keduanya menemukan foto Natsir sedang berpelukan dengan seorang perempuan berusia 19 tahun di ponsel Ketua DPRD Enrekang ini. Saat ditanya, Natsir pun marah dan mengusir istri dan anaknya dari rumah jabatan Ketua DPRD Enrekang. Bahkan, Natsir pun menggugat cerai istrinya ke Pengadilan Agama Enrekang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.