Kompas.com - 21/02/2013, 20:32 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

BALIKPAPAN, KOMPAS.com- Serikat Pekerja Mathilda-Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu akan beraudiensi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Langkah ini dilakukan untuk menanyakan kejelasan sikap pemerintah pusat tentang pengelolaan Blok Mahakam, blok migas di Kalimantan Timur.

Serikat Pekerja (SP) Mathilda adalah satu dari 17 Serikat Pekerja yang tergabung dalam FSPBB. Adapun area SP Mathilda yakni seluruh Kalimantan. Nama Mathilda ini merupakan nama sumur minyak pertama di Balikpapan.  

"Rencananya, pada 25 Februari mendatang, kami dan Serikat Pekerja di bawah FSPPB, akan beraudiensi dengan Kementerian ESDM," ujar Farid Rawung, Ketua Umum Serikat Pekerja Mathilda-Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (SP Mathilda-FSPPB), Kamis (21/2/2013).

SP Mathilda mendesak pemerintah segera menunjuk dan mendukung Pertamina untuk mengelola dan menjadi operator Blok Mahakam. Pemerintah juga didesak agar tidak memperpanjang kontrak Blok Mahakam yang sekarang dipegang Total E&P Indonesie dan Inpex Coorporation.

Blok Mahakam di Kaltim, sejak 31 Maret 1967 dikelola perusahaan asing asal Prancis, yaitu Total E&P Indonesie yang kontraknya berakhir tahun 2017.

Sementara hak partisipasi (participating interest /PI) Blok Mahakam dimiliki Total dan Inpex Corporation, masing-masing 50 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kekayaan alam Indonesia dikuasai asing. Penguasaan di sektor migas, misalnya, Pertamina yang adalah anak bangsa hanya memegang 15 persen," ujar Farid.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.