Kompas.com - 20/02/2013, 16:28 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa Universitas Timor (Unimor), Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Anti Penindasan (FMAP) kembali menyegel kampus tersebut, Rabu (20/2/2013).

Aksi itu mereka lakukan karena belum ada kesepakatan dengan pihak rektorat untuk membatalkan kebijakan denda terhadap mahasiswa yang terlambat membayar registrasi ulang, sebesar Rp 100.000.

Aksi penyegelan itu sempat diwarnai kericuhan karena pihak keamanan kampus yang berusaha menghalangi kehendak mahasiswa. Namun, karena kalah jumlah, petugas keamanan akhirnya tak bisa membendung serbuan mahasiswa untuk melakukan penyegelan dengan kayu dan papan.

Pembantu Rektor (PR) I Unimor Kamelus Kontance Oki sempat menemui para mahasiwa untuk menjelaskan pembatalan kebijakan denda registrasi tersebut. Namun, penjelasan itu tetap saja tidak digubris oleh mahasiwa. Bahkan, mahasiswa sempat meminta pertanggungjawaban PR I yang telah mengeluarkan kebijakan itu secara sepihak.

"Saya selaku PR I hanya menangani di bidang akademik saja sedangkan menyangkut uang denda sebesar Rp 100.000 itu adalah kebijakan dari lembaga. Dan kalau sudah ada mahasiwa yang membayar denda, uang itu saya jamin masih utuh dan tersimpan di bagian keuangan dan kami masih akan koordinasikan dengan keuangan dan pimpinan lembaga. Dan yang pastinya uang itu akan dikembalikan kepada mahasiswa yang sudah membayar denda," kata Oki.

Koordinator aksi yang juga adalah Ketua Liga Mahasiwa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kefamenanu, Emanuel Lite Tnopo kepada Kompas.com, mengatakan, adanya miskomunikasi antara PR I dan pihak pengelola keuangan.

"PR I keluarkan kebijakan untuk denda tapi dia tidak tahu kalau denda itu di bagian keuangan. Terus sampai sekarang pihak keuangan belum ketemu mahasiwa untuk jawab semua tuntutan dari mahasiswa," kata Tnopo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Tnopo, mahasiswa mempertanyakan tentang kebijakan itu kepada PR I tetapi dari PR I tidak dapat menjelaskan arah uang denda yang sudah dibayar mahasiswa itu. Mahasiwa kemudian bertemu dan mengadu ke pihak Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) yang membawahi Unimor.

"Tadi kita sudah ketemu sekretaris yayasan Sandinawa untuk segera membantu selesaikan masalah itu dan respon dari yayasan, bahwa hari Sabtu semua masalah akan selesai," kata Tnopo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.