Betty Alisjahbana Tertantang "Ngajar" Murid SD

Kompas.com - 20/02/2013, 13:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai Commisioner PT Garuda Indonesia, Betty Alisjahbana biasa berhadapan dengan direksi dan manajer. Ketika harus mengajar murid SD, dia mengaku harus membuat persiapan yang lebih matang.

"Sangat seru. Saya biasanya sehari-hari memberi pengarahan yang datang biasanya direksi atau manager tapi mengajar anak-anak membutuhkan persiapan yang jauh lebih banyak karena kita harus berpikir kreatif bagaimana menyampaikan materi yang mudah dimengerti dan dinikmati oleh mereka," jelas Betty.

Hal itu dikatakan Betty saat menjadi sukarelawan pengajar dalam Gerakan Indonesia Mengajar di SDN Rawa Badak Utara 5 Pagi, Jl Rawa Binangun V No. 36 A RT 008/08 Koja, Jakarta Utara, Rabu (20/2/2013).

Menurutnya, dibutuhkan daya kreativitas yang tinggi untuk dapat memberi pengarahan pada anak-anak SD itu.


Dalam kesempatan tersebut, Betty yang mendapat sesi mengajar di tiga kelas, yaitu di kelas 6A, 5A, dan 5B. Dia memberikan materi tentang dunia arsitektur.

Betty pun menjelaskan bagaimana proses pekerjaan seorang Arsitek yang dimulai dari mengumpulkan informasi, membuat sketsa dasar, denah, sampai akhirnya tercipta sebuah rancangan bangunan. Dia memperkenalkan kepada anak-anak proses tersebut melalui cara-cara yang sederhana seperti memperlihatkan gambar-gambar gedung dan mengajak anak-anak membuat bangunan dari kertas.

"Saya bawa contoh gambar bangunan yang memenuhi kriteria fungsional, baik indah maupun kokoh seperti ada keong mas, bangunan perkantoran, bangunan masjid, bangunan shopping mall, bangunan rumah sakit dan saya ajak juga anak-anak untuk membuat bangunan dari kertas," jelas Betty.

Betty mengaku sangat mengapresiasi kegiatan seperti yang dilakukan Gerakan Indonesia Mengajar. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi dampak positif selain untuk anak-anak yang diajar juga untuk pihak yang mengajar.

"Bagi anak-anak, mereka jadi memiliki wawasan luar yang lebih luas dan untuk pengajar, kita jadi mengetahui seperti apa dunia pendidikan di Indonesia," tutur Betty.

Indonesia Mengajar merupakan lembaga nirlaba yang digagas oleh Anies Baswedan. Gerakan ini memulai kegiatan pada tahun 2009 untuk menjadi lebih dari sekadar program, tetapi sebagai gerakan untuk mengajak bersama masyarakat untuk ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa, yaitu dengan cara mengajar.

Gerakan Indonesia Mengajar telah beberapa kali merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda untuk mengabdi sebagai tenaga pengajar di Sekolah Dasar (SD) di daerah-daerah terpencil yang ada di berbagai penjuru Indonesia.

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri

    Terkini Lainnya

    Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

    Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

    Regional
    Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

    Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

    Regional
    Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

    Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

    Regional
    Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

    Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

    Regional
    Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

    Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

    Regional
    Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

    Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

    Regional
    Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

    Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

    Regional
    Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

    Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

    Regional
    Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

    Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

    Regional
    Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

    Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

    Regional
    Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

    Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

    Regional
    Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

    Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

    Regional
    Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

    Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

    Regional
    5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

    5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

    Regional
    Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

    Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

    Regional

    Close Ads X