Kapolda Kalbar Perintahkan Berantas Preman - Kompas.com

Kapolda Kalbar Perintahkan Berantas Preman

Kompas.com - 19/02/2013, 10:49 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com- Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Tugas Dwi Apriyanto memerintahkan Direktorat Samapta dan Satuan Brimob untuk membantu pengamanan di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum. Ini perlu dilakukan agar para pengemudi tidak dipalak preman lagi.

Tugas menjelaskan, pungutan oleh preman terhadap para pengemudi kendaraan yang mengantre solar tidak bisa dibenarkan. "Polda Kalbar membantu pengamanan. Direktur Samapta dan Kasat Brimob saya perintahkan untuk melakukannya," ujar Tugas, Selasa (19/2/2013).

Pungutan di sejumlah SPBU di Pontianak dilakukan oleh preman dengan dalih untuk ongkos parkir. Pungutannya bervariasi, mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 100.000 per kendaraan.

Pada Sabtu malam lalu, sejumlah pengemudi truk ekspedisi Pontianak ke luar daerah dipungut Rp 100.000 saat mengantre di salah satu SPBU di Kota Pontianak. Antre solar di Kalbar butuh waktu berjam-jam dan stok solar di SPBU cepat habis karena ada spekulan yang ikut bermain.

Dalam sejumlah kesempatan, Tugas meminta jajarannya untuk bertindak tegas terhadap kejahatan jalanan. Namun, anggota kepolisian tetap harus menjalankan tugas sesuai prosedur.


EditorMarcus Suprihadi
Komentar

Terkini Lainnya

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional

Close Ads X