KPU Jabar Kerap Terima Laporan Surat Suara Rusak - Kompas.com

KPU Jabar Kerap Terima Laporan Surat Suara Rusak

Kompas.com - 18/02/2013, 16:36 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -- Sebanyak 113.282 kertas suara untuk Pilkada Jabar 2013 dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, dilaporkan rusak ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Senin (18/2/2013). Laporan tersebut untuk yang ke beberapa kalinya diterima KPU Jabar.

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat menyatakan, bentuk kerusakan kertas suara antara lain sobek, bergaris, perbedaan gradasi warna pada setiap pasangan calon, adanya noda, foto pasangan calon tidak tercetak, dan berbagai kerusakan lainnya. Hingga sore ini sudah ada 18 kabupaten/kota yang melaporkan adanya kerusakan kertas suara.

Sementara, khusus hari ini, surat suara rusak sudah dikumpulkan dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur.

"Jumlah suara yang rusak cukup signifikan. Memang jumlah surat suara yang rusak ini masih akan terus bertambah. Hal ini bisa dilihat dari laporan yang masuk ke posko logistik," kata Yayat di Bandung, Senin (18/2/2013).

Dia menyatakan, akan menunggu laporan surat suara rusak hingga malam hari ini. Setelah itu, pihaknya berjanji akan segera menggantinya dengan surat suara yang baru.

"Kita kumpulkan dulu, apakah sampai malam ini masih ada yang rusak atau tidak, nanti kami siapkan pemberkasan untuk penggantinya. Dan surat suara pengganti baru, bisa diambil pada tanggal 20 Februari 2013," jelas Yayat.

Pihaknya pun tak lupa mengimbau kepada KPUD di 26 kabupaten/kota di Jabar agar segera menginformasikan ke KPU Jabar jika ditemukan suara rusak.

"Apabila ditemukan surat suara rusak lagi segera laporkan, karena malam ini pengecekan terakhir," kata Yayat.

Dia mengimbau kepada warga agar jangan khawatir atas surat suara yang rusak tersebut. Untuk Pilgub Jabar kali ini, pihaknya mencetak 33,5 juta kertas suara untuk dibagikan ke seluruh daerah di Jawa Barat.

Selain itu, KPU Jabar sudah menyiapkan surat suara cadangan 2,6 persen dari jumlah total surat suara yang dicetak. Meski begitu, Yayat meyakini bahwa surat suara yang rusak tidak akan sampai pada 5 persennya.

"Tidak akan ada surat suara rusak yang lebih dari 5 persen, tenang saja, kita punya cadangan surat suara 2,6 persen dari yang dicetak," pungkasnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorFarid Assifa
    Komentar
    Close Ads X