Pemerintah Percepat Jual Aset

Kompas.com - 14/02/2013, 03:09 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah menyatakan tetap akan tunduk pada putusan Mahkamah Agung, yaitu pengembalian dana nasabah Bank Century–sekarang bernama Bank Mutiara–tetap menggunakan hasil penjualan aset Bank Century. Oleh karena itu, pemerintah mengupayakan percepatan penjualan aset.

”Putusan MA (Mahkamah Agung) mengamanatkan pengembalian dana nasabah menjadi tanggung jawab Bank Mutiara. Posisi kami tetap seperti itu, menjual aset Bank Century, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin, di Jakarta, Rabu (13/2).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, seusai rapat Tim Pengawas Bank Century, di Jakarta, Rabu, mengusulkan penggantian dana nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas sebagian diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana APBN digunakan apabila uang hasil penjualan aset pemilik Bank Century tidak cukup untuk membayar dana nasabah.

Marzuki Alie menjelaskan, ada dua skema penggantian dana nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas yang berinvestasi melalui Bank Century.

Skema pertama, kata Marzuki, dana pengganti uang nasabah diambil dari hasil penjualan aset-aset Bank Century yang berhasil disita. Berdasarkan laporan Kejaksaan Agung dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, nilai aset yang disita sudah mencapai Rp 1 triliun.

Namun, jika uang hasil penjualan aset Century tidak cukup untuk membayar dana nasabah, DPR mengusulkan kekurangan pembayaran ditutup dengan dana APBN.

”Kalau penyelesaian dana nasabah berdasarkan skema satu tidak mencukupi, Tim Pengawas Bank Century mengusulkan menggunakan skema kedua, yakni diselesaikan melalui APBN,” kata Marzuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggota Tim Pengawas Bank Century dari Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasi menambahkan, negara tidak akan rugi jika membayar dana nasabah eks Bank Century. Hal itu karena nilai aset pemilik Bank Century, Robert Tantular, yang kini tengah diburu aparat, melebihi dana yang diperkirakan harus disiapkan APBN. (NTA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.