Kompas.com - 13/02/2013, 21:59 WIB
|
EditorTri Wahono

DENPASAR, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mendatangi sebuah Restoran di Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (13/02/2013) yang diduga melakukan penangkaran lumba-lumba secara liar atau tidak sesuai izin yang dikeluarkan.

Dua ekor lumba-lumba di restoran tersebut dimanfaatkan sebagai tontonan dan hiburan bagi pengunjung yang sedang menyantap makanan.

"Memang menurut ketentuan lumba-lumba itu boleh dikembangkan di lembaga konservasi dengan persyaratan yang sangat ketat, Kalau menurut saya (tempat ini) tidak cocok, saya kasihan," ujar Zulkifli usai berinteraksi dengan 2 lumba-lumba di Restoran Akame, Benoa, Denpasar, Bali, sore tadi.

Dari hasil penyelidikan Kementerian Kehutanan, izin yang dimiliki restoran ini berasal dari PT WSI di Jawa Tengah. Namun, setelah dikaji lebih lanjut dari kondisi penangkaran di restoran ini yang tidak memenuhi syarat, Menhut memutuskan untuk segera merehabilitasi dua lumba-lumba tersebut ke Pulau Karimunjawa.

"Untuk penelitian lebih lanjut kita sudah sepakat dengan pemiliknya, dan ini akan direhabilitasi ke Karimun Jawa. Ini perlu persiapan karena tempatnya tidak dekat," jelas Zulkifli.

Menurut Zulkifli, dirinya sudah berkoordinasi dengan pemilik Restoran dan mengikhlaskan dua Lumba-Lumba yang dipeliharanya direhabilitasi di Pulau Karimunjawa.

Belum diketahui kapan proses pemindahan ini karena membutuhkan persiapan matang demi keselamatan 2 lumba-lumba tersebut. Menhut tidak melepas langsung lumba-lumba ini ke laut karena harus direhabilitasi untuk beradaptasi dengan habitat asalnya setelah lama berada di penangkaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.