Perawan Dapat Rp 5 Juta, Mucikari Rp 6 Juta

Kompas.com - 13/02/2013, 03:03 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jaringan prostitusi di Makassar menilai keperawanan sebesar Rp 11 juta. Dari jumlah itu, 6 juta dinikmati muncikari dan sisanya buat si gadis yang merelakan keperawanannya direnggut pria hidung belang.

Kasubdit IV Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Polda Sulselbar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hadaming, Selasa (12/02/2013), mengatakan, transaksi dilakukan antara muncikari dengan pelanggan. "Saat diintrogasi penyidik, sang gadis mengaku bahwa harga keperawanannya hanya Rp 5 Juta. Setelah kasus ini terungkap, mereka baru mengetahui bahwa keperawanannya dihargai pria hidung belang sebesar Rp 11 Juta. Mereka kaget mengetahui lebih banyak yang diperoleh mucikari daripada dirinya yang harus rela tidur dan menyerahkan keperawanannya kepada pria hidung belang. Perkiraan para gadis ini, hanya Rp 1 sampai 2 juta saja yang didapat sang mucikari," kata Hadaming.

Mantan penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polda Sulselbar itu mengungkapkan, para mucikari mencari para gadis di sejumlah daerah di Indonesia terutama di Sulawesi. Mereka mencari korban dengan melihat kondisi keluarga dan ekonomi. "Mucikari mendatangi para korban yang orang tuanya bercerai atau terbelit masalah ekonomi," tandasnya.

Selain menawarkan gadis perawan, kata Hadaming, jaringan prostitusi itu juga menyediakan gadis pekerja seks. Tarifnya lebih murah dibanding gadis perawan. "Biasanya, sindikat ini menawarkan gadis-gadisnya di panti pijat dan salon plus-plus."

Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebelumnya membongkar sindikat perdagangan gadis perawan di Kota Makassar. Dari kasus itu, polisi mengamankan dua tersangka dan empat gadis yang hendak dijual keperawanannya ke pria hidung belang. Kasus ini terungkap ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan keperawanan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan pengintaian di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Makassar.

Hasilnya, polisi meringkus Hasniah alias Bunda (37), warga Jalan Rappokalling, dan Ilham alias Ilo (24), warga Jalan Sibula Dalam Lr 2, Makassar sebagai tersangka. Keduanya diciduk di kamar 206 Hotel Celebes, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat malam lalu. Saat diringkus, kedua tidak melawan. Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan empat gadis yang hendak diperjualbelikan. Mereka adalah (semua menggunakan nama samaran) Dilla (15 tahun), warga Makassar; Dea (16) asal Kendari, Sulawesi Tenggara; Widya (19) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan; dan Ela (30), warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Regional
Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Regional
Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Regional
Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Regional
Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X