Fakta Baru Perdagangan Perawan di Makassar

Kompas.com - 12/02/2013, 09:04 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MAKASSAR, KOMPAS.com — Perdagangan wanita perawan di Makassar yang baru saja terkuak juga mengungkap satu fakta baru, bahwa ternyata gadis-gadis belia tersebut dipesan dan didatangkan oleh para mucikari dari berbagai daerah di luar Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar Komisaris Besar (Kombes) Endi Sutendi, Selasa (12/2/2013), mengungkapkan, sindikat perdagangan perawan di Makassar sudah beraksi selama empat tahun terakhir.

Selama masa itu, sindikat ini sudah banyak menjual perawan mulai dari harga Rp 10.000.000. Endi menambahkan, adapun gadis-gadis perawan yang didapatnya dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Modusnya, mucikari mendapat pesanan untuk mencarikan perawan dari "klien"-nya. "Setelah dapat, perawannya dibawa ke Makassar dan diserahkan ke lelaki hidung belang, setelah melunasi pembayarannya," kata Endi.

Endi menegaskan, kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya sindikat perdagangan perawan di berbagai daerah di wilayah Sulselbar. "Kasus ini masih dalam pengembangan dan mencari pelaku lainnya," kata Endi.

Sebelumnya telah diberitakan, Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Polda Sulselbar membongkar sindikat perdagangan perawan di Kota Makassar. Dari kasus itu, polisi menangkap dua tersangka dan empat orang gadis yang hendak dijual.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam. Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian di sejumlah tempat di Kota Makassar.

Hasilnya, polisi meringkus tersangka Hasniah alias Bunda (37), warga Jalan Rappokalling, dan rekannya Ilham alias Ilo (24), warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar, di Hotel Celebes, Makassar, kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (8/2/2013) malam.

Selain kedua tersangka, polisi juga menangkap empat orang gadis. Mereka umumnya masih berusia belasan, meski ada satu di antaranya yang telah berumur 30 tahun. Keempat gadis itu tak hanya berasal dari Makassar, tetapi juga dari Kendari, Takalar, dan Sinjai.

***

Baca Juga: Dibongkar, Perdagangan Perawan di Makassar

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupkan Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupkan Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Regional
43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

Regional
Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Regional
Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

Regional
Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Regional
Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Regional
Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Regional
Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Regional
Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Regional
Suami Jual Istri Siri di Facebook untuk Layanan Threesome Berkedok Pijat Refleksi

Suami Jual Istri Siri di Facebook untuk Layanan Threesome Berkedok Pijat Refleksi

Regional
'Wajahnya Menahan Tangis, Semoga Anak Kami Kuat Menahan Sakitnya...'

"Wajahnya Menahan Tangis, Semoga Anak Kami Kuat Menahan Sakitnya..."

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X