Dibongkar, Perdagangan Perawan di Makassar

Kompas.com - 11/02/2013, 17:03 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar) berhasil membongkar sindikat perdagangan perawan di Kota Makassar. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan dua tersangka dan empat orang gadis perawan yang hendak dijual ke pria hidung belang.

Kasubdit IV Dit Resum Polda Sulselbar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hadaming kepada wartawan, Senin (11/02/2013) mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan gadis perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian ke sejumlah tempat hiburan malam di Kota Makassar. Alhasil, petugas berhasil meringkus tersangka Hasniah alias Bunda (37), warga Jalan Rappokalling dan rekannya, Ilham alias Ilo (24), warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar di Hotel Celebes Makassar kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (08/02/2013) malam.

Saat diringkus, kedua tersangka tidak melawan. Keduanya kemudian dibawa polisi guna diperiksa lebih lanjut.

Selain Bunda dan Ilo, polisi juga berhasil mengamankan empat orang gadis perawan yang hendak perjualbelikan, mereka masing-masing bernama samaran Dilla (15), warga Jalan Rappokalling, Makassar; Dea (16), asal Kendari, Sulawesi Tenggara; Widya (19) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang tinggal di warga Jalan Rappokalling, Makassar dan; Ela (30), warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

"Sebelum dijual ke hidung belang seharga Rp 11 Juta, para korban perdagangan wanita ini ditampung terlebih dahulu di rumah tersangka," ungkap Hadaming.

Hadaming melanjutkan, dari para tersangka prostitusi itu, polisi juga menyita satu dus alat kontrasepsi, uang tunai Rp 1,5 Juta, 1 buah handphone warna putih. Kedua tersangka kini telah mendekam di rumah tahanan (Rutan) Polda Sulselbar.

Menurutnya, para tersangka akan dijerat pasal 2 ayat 1 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang atau pasal 88 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Keduanya terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun atau denda 120.000.000 dan maksimal 600.000.000.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SMP Tinggal di Bekas Kandang Ayam: Saya Ingin Kerja dan Membelikan Ibu Rumah

Siswi SMP Tinggal di Bekas Kandang Ayam: Saya Ingin Kerja dan Membelikan Ibu Rumah

Regional
Tiga ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Tiga ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Regional
Penjelasan Kadis Pariwisata soal Ratusan Wisatawan China Berkunjung ke Sulut

Penjelasan Kadis Pariwisata soal Ratusan Wisatawan China Berkunjung ke Sulut

Regional
Detik-detik Rombongan Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, 2 Tewas dan 5 Hilang, Berawal dari Main Bola

Detik-detik Rombongan Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, 2 Tewas dan 5 Hilang, Berawal dari Main Bola

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov Dini Hari, Ini Kata Ketua DPC

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov Dini Hari, Ini Kata Ketua DPC

Regional
Sejak Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Kasus Covid-19 di Gorontalo Melonjak 300 Persen

Sejak Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Kasus Covid-19 di Gorontalo Melonjak 300 Persen

Regional
Warga Temukan Kerangka Manusia di Lokasi Kebakaran Hutan Baluran

Warga Temukan Kerangka Manusia di Lokasi Kebakaran Hutan Baluran

Regional
Kronologi 7 Orang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Bantul

Kronologi 7 Orang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Bantul

Regional
Permudah Belajar Online, Universitas Andalas Dirikan Kampus Desa

Permudah Belajar Online, Universitas Andalas Dirikan Kampus Desa

Regional
Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Regional
4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

Regional
KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X