Dewi Keadilan Datangi PN Semarang

Kompas.com - 11/02/2013, 16:26 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SEMARANG, KOMPAS.com - Puluhan warga dari Kabupaten Batang yang terkena proyek PLTU Batang bersama aktivis Lembaga Bantuan Hukum Semarang menggelar unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2).

Mereka memberikan dukungan terhadap lima warga yang didakwa karena menganiaya warga Jepang saat survey proyek pembangunan PLTU Batang. Gerakan solidaritas tersebut diawali dengan aksi teatrikal yang menggambarkan Dewi  Keadilan (Themis) yang membawa pedang dan timbangan.

Tujuan kedatangan mereka untuk mendukung ke lima rekan mereka Casnoto, Ali Tafrihan, Riyono, sabarno dan Kirdar Untung menjalani sidang. Agenda sidang adalah pemeriksaaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. Nandang staf LBH Semarang mengatakan bahwa ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap warga sehingga perlu dikawal agar dapat melihat semua fakta kebenarannya.

"Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyaksikan sidang ini agar bias melihat bahwa tuduhan terhadap ke lima warga tidak benar," jelas Nandang. Sedangkan Kunariyah salah satu istri terdakwa menginginkan suami mereka dibebaskan. "Kami memohon kepada majelis hakim untuk memeriksa dengan hati nurani," kata Kunariyah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Regional
Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Regional
Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Regional
Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Regional
Warga yang Bawa Kabur 'Cool Box' Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Warga yang Bawa Kabur "Cool Box" Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Regional
Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Regional
 Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Regional
Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Regional
Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Regional
Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Regional
Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Regional
Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Regional
Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Warga Makassar Kembali Tolak Rapid Test, Blokade Jalan dan Teriaki Petugas Medis

Regional
Hindari Jalan Licin, Ambulans Masuk Parit dan 1 Pasien Meninggal

Hindari Jalan Licin, Ambulans Masuk Parit dan 1 Pasien Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X