Kompas.com - 08/02/2013, 13:04 WIB
|
EditorRusdi Amral

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Bank Mandiri Tbk memberikan bantuan hibah senilai Rp 698 juta untuk program konservasi dan pendirian museum kupu-kupu di Taman Kupu-Kupu Gita Persada yang ada di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung.

Hibah ini diserahkan EVP Coordinator Change Management Office Bank Mandiri Ventje Rahardjo kepada Herawati S. Djausal, Direktur Yayasan Sahabat Alam (pengelola Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Jumat (8/2/2013) di Bandar Lampung. Hadir pula Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said.

Dalam sambutannya, Joko Umar mengatakan, langkah Bank Mandiri yang mendukung program konservasi satwa, khususnya kupu-kupu, di Tahura Wan Abdul Rachman itu perlu diapresiasi sangat positif. "Tahura ini merupakan hutan yang strategis untuk kelangsungan hidup Kota Bandar Lampung dan sekitarnya. Itu berfungsi sebagai paru-paru dan daerah penyangga resapan air. Upaya pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama. Bank Mandiri telah menjadi pelopor, semoga bisa diikuti pelaku usaha lainnya," tutur Joko.

Ventje Rahardjo mengatakan, Taman Kupu- Kupu Gita Persada dipilih sebagai lokasi program bantuan Bina Lingkungan Bank Mandiri setelah melalui seleksi ketat. Taman ini terpilih karena di dalamnya mencakup upaya konservasi, edukasi dan ekowisata. "Jadi, itu sangat tepat dengan program Bina Lingkungan Bank Mandiri. Di dalamnya ini menyangkut program pendidikan ekowisata, mulai dari TK sampai mahasiswa. Tahun 2012 sampai awal 2013 ini, kami telah menyalurkan total Rp 5 miliar dari 11 program (di Indonesia). Di sini (Taman Kupu-Kupu Gita Persada) adalah salah satu yang terbesar," papar Ventje.

Herawati selaku pengelola taman kupu-kupu itu mengatakan, bantuan dari Bank Mandiri itu akan digunakan untuk membangun Museum dan Pusat Informasi Kupu-Kupu Sumatera. "Ini adalah sebuah fasilitas yang telah kami rencanakan dan impikan bertahun-tahun lalu. Ini akan menjadi kebanggan kita bersama dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian kupu-kupu Sumatera," ujar Herawati.

Di taman kupu-kupu yang berdiri 15 tahun lalu ini kini tercatat ada 160 spesies kupu-kupu lokal Sumatera yang telah berhasil dilestarikan.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.