Kompas.com - 04/02/2013, 22:50 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BEKASI, KOMPAS.com - Brankas dan central processing unit (CPU) mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank BRI ditemukan warga tergeletak di samping tempat pencucian kendaraan di Kampung Pangkalan RT 011 RW 04, Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/2/2013) pukul 22.30 WIB.  

Kuat dugaan ATM dicuri dari dalam minimarket Indomaret di Kompleks Duta Harapan, Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (27/1/2013) sekitar pukul 03.30 WIB. Hal itu diketahui berdasarkan data nomor pada mesin dan klaim BRI kepada polisi.  

Brankas dalam kondisi kosong dan rusak itu ditemukan oleh Aris (35), pegawai sekaligus satuan pengamanan bengkel, sekaligus tempat pencucian kendaraan saat patroli. Di lahan kosong di samping bengkel, Aris melihat benda kotak yang setelah didekati dan disorot senter adalah brankas.  

Aris curiga benda itu mungkin barang bukti kejahatan, sehingga melapor ke Kepolisian Sektor Babelan. Temuan brankas itu juga diteruskan ke Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten, untuk mengecek kejadian terkini pencurian brankas uang atau mesin ATM.  

Petugas datang, melaksanakan olah tempat kejadian perkara, dan menanyai saksi-saksi sekaligus mengecek informasi kapan saja ada peristiwa pencurian brankas atau mesin ATM.  

Kepala Kepolisian Sektor Babelan Komisaris Didik Sukamto, yang dikonfirmasi pada Senin (4/2/2013) malam, mengatakan, di brankas itu tertera kode 74212 Alfa Wijaya Kusuma untuk uang kertas pecahan Rp 50.000. Brankas dan CPU setelah ditimbang berbobot 300 kilogram. Untuk mengangkat diperlukan 4-6 orang.  

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Babelan, Inspektur Satu G Aritonang, menambahkan, manajemen BRI mengirim pesan dan mengklaim bahwa brankas dan CPU yang ditemukan itu adalah milik mereka. Benda itu dipastikan dicuri dari minimarket Indomaret di Perumahan Duta Harapan.  

Untuk mengungkap kasus ini, Kepolisian Sektor Babelan dan Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten, bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Bekasi Utara dan Kepolisian Resor Bekasi Kota. Komplotan pencuri mesin ATM itu belum tertangkap.  

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Utara, Komisaris Suyoto, mengatakan, mesin ATM itu hilang pada Minggu (27/1/2013) sekitar pukul 03.30 WIB. Hilangnya mesin diketahui oleh dua anggota satuan pengamanan kompleks.  

Anggota bahkan sempat bertemu dan berbicara dengan sekelompok orang yang membawa mobil, yang diduga adalah komplotan pencuri tetapi tidak curiga. "Dari keterangan saksi yang adalah satpam, pelakunya enam orang," kata Suyoto.  

Komplotan itu membawa mobil Toyota Avanza hitam. Pelat nomor mobil tidak berhasil diidentifikasi oleh saksi yang anggota satpam. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku membobol pintu Indomaret untuk kemudian membongkar, mengambil, dan memasukkan mesin ATM ke mobil yang diduga sudah dimodifikasi bagian dalamnya. Minimarket itu tidak beroperasi 24 jam.  

Sekitar pukul 03.30 WIB, dua satpam berpatroli dan memergoki mobil itu hendak pergi dari dekat Indomaret yang baru beroperasi dua bulan. Satpam sempat berhenti dan bertanya kepada pelaku maksud keberadaan komplotan itu. Namun, karena pelaku menjawab sehabis dari rumah seorang warga, satpam tidak curiga dan membiarkan mobil pelaku pergi.  

Ketika melihat pintu Indomaret terbuka, satpam kemudian menyadari telah terjadi kejahatan. Kondisi minimarket dicek dan mesin ATM tidak ada lagi di dalam toko. Satpam menghubungi petugas Kepolisian Sektor Bekasi Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.