Kompas.com - 31/01/2013, 16:07 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Festival Teluk Jailolo kembali digelar pada 16-18 Mei 2013 di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara. Tahun ini, merupakan kali kelima festival tahunan tersebut diselenggarakan.

“Festival ini sudah lima tahun. Selama ini fokus ke budaya dan adat istiadat. Dulu kami tampilkan teater di atas laut, biasanya siang. Tahun ini kita buat malam hari,” ungkap Bupati Halmahera Barat, Namto Hui Roba, saat jumpa pers mengenai acara “Semalam di Jailolo”, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Tahun ini, festival tersebut juga dalam rangka “Visit Halmahera Barat Year 2013” atau tahun kunjungan wisata ke Halmahera Barat di tahun 2013. Dalam rangka menyongsong tahun kunjungan maupun Festival Teluk Jailolo, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menggelar acara seni budaya bertajuk “Semalam di Jailolo” yang akan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, malam ini.

Dalam acara tersebut akan ditampilkan potensi dan budaya Halbar seperti tari adat Cakalele, Dana-Dana, Legu Salai, Sara Dabi-Dabi dan berbagai lagu. Juga akan ditampilkan pertunjukan mini “Sasadu on The Sea” yang merupakan acara puncak pada Festival Teluk Jailolo.

“Nanti di festival, Sasadu on The Sea (pertunjukan seni) akan tampil, pentasnya di atas laut dan malam-malam. Biasanya tahun-tahun lalu pentas menjelang matahari terbenam,” tutur Kepala Kantor Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Halmahera Barat, Fenny Kiat.

Fenny menuturkan berdasarkan data di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Halmahera Barat, wisatawan yang datang ke Halmahera Barat berkisar 3.000 orang. Wilayah Halbar termasuk dalam segitiga karang dunia, sehingga memiliki potensi alam bawah laut beragam.

Halbar merupakan salah satu destinasi wisata minat khusus untuk selam atau diving. Kabupaten Halbar juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah karena sejak masa kolonial Belanda terkenal sebagai sumber rempah-rempah dunia.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.