Refrizal: Fathanah Bukan Orang Dekat Presiden PKS - Kompas.com

Refrizal: Fathanah Bukan Orang Dekat Presiden PKS

Kompas.com - 31/01/2013, 14:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal membantah bahwa Ahmad Fathanah adalah orang dekat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Fathanah dan Luthfi Hasan serta pejabat PT Indoguna ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya dan Ustadz Luthfi itu berteman sudah lama sejak tahun 1980-an. Selama itu, saya tidak pernah kenal dengan orang itu," ujar Refrizal, Kamis (31/1/2013), saat dihubungi wartawan.

Fathanah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tengah bersama seorang perempuan, Maharani, di Hotel Le Meridien Jakarta. Ia diketahui menerima uang suap senilai Rp 1 miliar dari Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Refrizal mengatakan, setiap orang dekat Luthfi adalah kader-kader PKS. Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR ini meragukan sosok Ahmad Fathanah yang disebut KPK sebagai orang dekat Luthfi.

"Orang itu, apalagi memesan perempuan, saya yakin sekali dia bukan orang dekatnya. Tidak mungkin Ustadz Luthfi itu mau dekat orang-orang seperti itu. Ini luar biasa janggal," kata Refrizal.

Refrizal mengakui, ada beberapa politisi PKS yang mengetahui sosok Ahmad Fathanah. Namun, Fathanah dipastikan tidak dekat dengan PKS. "Dia (Fathanah) itu suka mengenalkan proyek, bisa dibilang semacam makelar dia. Tapi bisa saya tegaskan tidak ada yang kenal dekat dengan orang itu. Nama Pak Ustadz saya pikir hanya dicatut," ujarnya.

Suap impor daging

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap kebijakan impor daging sapi. Adapun para tersangka dalam kasus ini adalah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Luthfi dan Fathanah diduga menerima suap terkait kebijakan impor sapi dari dua direktur PT Indoguna tersebut.

Penetapan Luthfi sebagai tersangka ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, Selasa (29/1/2013) malam. Dari situ, KPK mengamankan empat orang, yakni Ahmad Fathanah, Arya Abdi Effendi, Juard Effendi, dan seorang wanita bernama Maharani.

Bersamaan dengan penangkapan tersebut, KPK menyita uang Rp 1 miliar yang disimpan dalam kantong plastik dan koper. Keempatnya lalu diperiksa seharian di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Melalui proses gelar perkara, KPK menyimpulkan ada dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Luthfi sebagai tersangka. Informasi dari KPK menyebutkan, uang yang dijanjikan PT Indoguna terkait kebijakan impor daging sapi ini mencapai Rp 40 miliar. Adapun uang Rp 1 miliar yang ditemukan saat penggeledahan tersebut diduga hanya uang muka.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

    Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

    Regional
    Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

    Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

    Regional
    Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

    Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

    Regional
    Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

    Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

    Regional
    Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

    Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

    Regional
    Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

    Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

    Regional
    Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

    Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

    Regional
    Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

    Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

    Megapolitan
    Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

    Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

    Regional
    Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

    Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

    Megapolitan
    Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

    Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

    Nasional
    Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

    Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

    Internasional
    Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

    Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

    Regional
    Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

    Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

    Megapolitan
    Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

    Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

    Regional

    Close Ads X