Kompas.com - 25/01/2013, 16:33 WIB
|
Editoryunan

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada prediksi yang menyatakan bahwa Jakarta berpotensi "tenggelam" tanggal 27 Januari 2013 mendatang. Sebabnya, curah hujan yang tinggi yang dipadu dengan puncak pasang karena purnama.

Sutopo Purwo Nugroho, profesor hidrologi yang kini menjabat Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyatakan bahwa potensi Jakarta tenggelam akibat pasang kecil, walau tak dimungkiri akan ada daerah yang tergenang akibat pasang.

Sutopo mengungkapkan, pada Minggu (27/1/2013) mendatang, air laut memang akan pasang pada pukul 05.00-08.00 WIB. Puncak pasang pada saat itu setinggi 1 meter. Namun, ia mengatakan, "Ini bukan pasang maksimum."

Menurut Sutopo, pasang yang lebih tinggi justru akan terjadi tanggal Kamis (24/1/2013) dan Jumat (25/1/2013). Pasang maksimum pada hari tersebut mencapai 1,1 meter, lebih tinggi dari pasang pada hari Minggu.

Sutopo juga menjelaskan, Jakarta bisa "tenggelam" bila faktor pasang berpadu dengan curah hujan yang tinggi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan antara tanggal 25-28 Januari 2013 berintensitas sedang.

Membandingkan dengan kasus banjir tahun 2007, curah hujan di Jakarta mencapai 340 mm di Ciledug. Sementara curah hujan tertinggi selama bulan Januari kali ini adalah pada Kamis (17/1/2013) di Kedoya, hanya 125 mm.

Sutopo menjelaskan, "Fenomena hujan yang sangat ekstrem tersebut dipengaruhi perambatan cold durge (seruak dingin) dari Siberia dan adanya siklon tropis di selatan Indonesia atau sebelah utara Teluk Carpentaria, Australia."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian banjir pada tahun 2007 dipicu oleh faktor curah hujan ekstrem akibat cold surge dan siklon tropis. Dua faktor itu menyebabkan akumulasi awan dan hujan di Jabodetabek. Bersama dengan air pasang, banjir pun meluas.

Jumat hari ini, Sutopo mengatakan, "Siklon tropis tidak ada di selatan Indonesia (sedang tidak ada sistem aktif yang mengakibatkan curah hujan tinggi). Indeks cold surge di Hongkong juga negatif." Sutopo menambahkan, indeks Osilasi Julian-Madden juga negatif.

"Jadi, kecil peluangnya banjir besar akan terjadi pada 27 Januari 2013. Jikapun terjadi banjir, hanya pengaruh rob atau genangan saja," kata Sutopo. Namun demikian, Sutopo meminta masyarakat untuk tetap waspada terkait ancaman banjir. Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga Maret.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.