Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/01/2013, 21:52 WIB
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Luapan Kali Mampang saat hujan deras pada sore hari tadi, Rabu (23/1/2013) membuat warga RT 11 dan RT 12 RW 03 di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sempat mengungsi.

Sebagian warga yang rumahnya berdekatan dengan kali itu masih teringat dengan banjir yang menerpa wilayah mereka pekan lalu. Ketinggian air bahkan sempat mencapai satu setengah meter di wilayah tersebut.

Syahroni (37), warga RT 12 RW 03 menuturkan, banjir selalu mengancam pemukiman warga sekitar ketika hujan turun deras. "Tadi sore waktu hujan sempat naik kalinya. Emang sering banjir kalau di sini waktu hujan gede. Kan kalinya sering meluap waktu hujan," kata Syahroni, saat ditemui Kompas.com, di SD 07, Rabu (23/1/2013) malam.

Menurutnya, pada Kamis (17/1/2013) lalu selama dua hari berturut-turut warga mengungsi di SD 07. Pasalnya, banjir merendam pemukiman warga hingga ketinggian pinggang dan ada yang mencapai ketinggian leher orang dewasa akibat meluapnya Kali Mampang.

"Waktu dua hari (lalu) banjir, sempat ngungsi juga di SD, orang saya punya bayi satu tahun. Kemarin itu setinggi leher, hampir satu setengah meter," ujar Syahroni.

Hal senada juga disampaikan Makmur ketua RT 12. Selain faktor pemukiman warga yang berdekatan dengan Kali Mampang, beberapa rumah warga berada pada dataran rendah pada beberapa titik.

"Hari Kamis dan Jumat kemaren pada ngungsi, tingginya sampe satu setengah meter. Yang di ujung itu bisa sampe dua meter," kata Makmur.

Dia mengatakan wilayah tersebut memang sering dilanda banjir apabila hujan turun deras. Terlebih pada pekan lalu dimana hujan hampir berlangsung rata setiap harinya. Karena Makmur mengatakan di dekat wilayahnya terdapat pertemuan antara Kali yang berasal dari Pasar Minggu dan dari Wilayah Ragunan.

Pengungsi kala itu menurutnya mencapai 33 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa mencapai 100 orang lebih. Warga menempati SD 07 sebagai tempat pengungsian. Bantuan sempat diberikan kepada warga saat itu melalui pihak Kecamatan dan Kelurahan setempat barupa makanan dan air mineral.

Saat ini, dia melanjutkan, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Pantauan Kompas.com, diwilayah tersebut digang-gang saat ini memang masih digenangi air sekitar 20 sentimeter.

Warga yang mengungsi sudah tidak menempati SD 07 karena sudah kembali di rumah masing-masing. Beberapa lantai rumah warga pada halaman rumah nampak masih basah akibat banjir dengan ketinggian rendah pada sore hari tadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.