Beroperasi April, Akses Jalan Belum Siap

Kompas.com - 19/01/2013, 03:26 WIB
Editor

Deli Serdang, Kompas - Pembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang bakal menggantikan Bandara Internasional Polonia Medan, hingga Jumat (18/1) mencapai 92,83 persen. Bandara sudah bisa diakses menggunakan kereta api satu jalur, tetapi jalan darat belum selesai dibangun.

Akses masuk ke bandara melalui jalan arteri dari jalur lintas Sumatera-Simpang Kayu Besar sudah tersambung ke Bandara Kualanamu. Namun, lebar, tinggi, dan kualitas jalan sepanjang 13,5 kilometer itu masih beraneka ragam.

Adapun akses keluar dari bandara masih menggunakan lajur jalan yang sama dengan akses masuk ke bandara.

Kepala Seksi Hukum, Humas, dan Umum Project Implementation Unit Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto mengatakan, pembangunan sektor publik telah mencapai 99,23 persen, sementara sektor privat mencapai 83,9 persen. April nanti, bandara siap dioperasikan secara total.

Pada Februari nanti kontrol penerbangan sudah dilakukan di Kualanamu meski pesawat mendarat di Polonia. Sementara uji coba pendaratan pesawat komersial akan dilakukan bulan Maret.

Wisnu mengakui, fasilitas bandara mungkin belum optimal pada saat pengoperasian. Namun, pihaknya tengah berupaya agar pada Februari-Maret nanti Bandara Kualanamu mendapat sertifikasi dari Kementerian Perhubungan terkait keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

Kemarin sejumlah pekerja masih menyelesaikan pembangunan stasiun kereta api di Bandara Kualanamu dan menyelesaikan berbagai instrumen di dalam terminal penumpang. Air telah dipasok dari PDAM Tirta Deli, Deli Serdang. Adapun listrik baru akan masuk pada Januari ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya Bandara Kualanamu direncanakan beroperasi pada Maret 2013. Bandara baru bakal menjadi bandara dengan terminal tunggal terbesar di Asia Tenggara.

Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.750 meter. Terminalnya didesain menampung 8,1 juta penumpang per tahun. Bandingkan dengan Polonia yang didesain hanya mampu menampung 900.000 penumpang dan kini sudah menampung 7 juta penumpang per tahun. (WSI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.