Kompas.com - 16/01/2013, 15:10 WIB
|
EditorKistyarini

BONE, KOMPAS.com - Seorang pencuri mobil menangis saat digelandang ke Polsek Taneteriattang, Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2013). Dia dibekuk saat hendak kabur dengan mobil curiannya.

Saat beraksi, pelaku bernama Usman (35) itu mengaku hendak membeli mobil pick up Grand Max dari pemiliknya, Siteng (62), warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Taneterittang Timur. Dengan alasan ingin menguji mesin, Usman meminta kunci dan mencoba mobil itu.

Lantaran percaya pada pelaku, Siteng menyerahkan mobilnya untuk dicoba Usman. Namun Usman dan mobil itu tidak pernah kembali. Saat Siteng mencoba menghubungi, ponsel Usman pun tidak aktif lagi. Siteng yang panik akhirnya menghubungi aparat kepolisian.

Polisi pun langsung memblokade sejumlah titik yang kemungkinan dilalui Usman. Delapan jam kemudian, mobil yang dikemudian Usman terlihat di jalan poros Bone-Makassar. Polisi pun mengejar mobil itu. Usman akhirnya dibekuk setelah mobil itu kehabisan bensin.

"Rencana saya mau bawa ke Palopo karena disana ada pembeli tapi saya tidak mau mencuri," tutur Usman di hadapan polisi.

Siteng, yang mengetahui pencuri mobilnya telah ditahan, langsung ke Polsek Taneteriattang. Dia langsung memarahi Usman yang masih diperiksa polisi. "Dia bodoh-bodohi saja. Katanya dia mau panjar delapan juta tapi malah dia bawa lari mobilku," ujar Siteng.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, korban hendak menjual mobilnya seharga Rp 67 juta, sementara pelaku hendak membawa hasil curiannya ke Sulawesi Tengah melalui jalur trans Sulawesi melewati Kota Palopo.

Aparat kepolisian yang dikonfirmasi terkait dengan peristiwa mengaku masih menyelidiki kasus yang diduga melibatkan komplotan pencuri mobil antarprovinsi itu.

"Sementara dalam penyelidikan tapi mengarah ke penggelapan bukan pencurian karena melalui tangan korban dia ambil itu mobil," ujar Aiptu Adenan, Kepala Sentara Pelayanan Kemasyarakatan (KA SPKT) Polsek Taneteriattang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.