Hanya Kapal Besar yang Boleh Berlayar - Kompas.com

Hanya Kapal Besar yang Boleh Berlayar

Kompas.com - 14/01/2013, 16:58 WIB

     

 

AMBON,KOMPAS.com- Administratur Pelabuhan Kelas I Ambon hanya memperbolehkan kapal-kapal besar yang boleh berlayar saat cuaca ekstrem terjadi di perairan Maluku seperti sekarang. Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon, kondisi cuaca ekstrem itu diperkirakan masih berlangsung hingga 18 Januari 2013.  

Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Ambon, Ali Ibrahim, di Ambon, Senin (14/1/2013), mengatakan kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 1.000 sampai 5.000 Gross Tom (GT) dinilai masih aman saat berlayar pada kondisi laut dengan ombak setinggi tiga sampai lima meter seperti yang sekarang terjadi di perairan Maluku.

"Jadi surat izin berlayar hanya diberikan pada kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 1.000 sampai 5.000 GT, seperti kapal PT Pelni, kapal kargo, dan kapal tanker pengangkut bahan bakar," ujar Ali.

Sementara untuk kapal berukuran di bawah 1.000 GT seperti kapal-kapal kayu pelayaran rakyat dan kapal motor penyeberangan, tidak akan diberikan surat izin berlayar.

Larangan bagi kapal-kapal ini berlayar sudah diberlakukan sejak Sabtu (12/1) hingga hari ini. Kapal-kapal ini biasa mengangkut penumpang dan barang dari Ambon ke Pulau Buru, Seram, dan pulau-pulau kecil di sekitar Seram.


EditorTjahja Gunawan Diredja
Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional

Close Ads X