Kompas.com - 14/01/2013, 13:44 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mulai menyelidiki kasus kematian ribuan ikan di Ringgung dalam kaitannya dengan aktivitas pembuangan limbah sedimen oleh PT Pelindo II.

Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung, Senin (14/1/2013), menghadirkan delapan pemilik keramba jaring apung di Ringgung sebagai saksi korban. Mereka dimintai keterangan di Markas Polda Lampung sejak pagi.

"Kedatangan kami untuk memberikan keterangan soal kerugian dari matinya ikan-ikan akibat kegiatan itu (pembuangan limbah sedimen pengerukan alur Pelabuhan Panjang)," ujar Ali al-Hadar, perwakilan pemilik KJA di Ringgung. Kedatangan mereka didampingi kuasa hukumnya, Sopian Sitepu.

Pengusutan kasus ini berawal dari pengaduan para pemilik KJA atau pembudidaya kerapu atas kasus matinya ratusan ribu ikan di Ringgung. Mereka menduga, kematian ikan akibat pasang merah atau ledakan populasi fitoplankton itu turut dipicu aktivitas pembuangan limbah sedimen pengerukan yang melanggar zona batas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.