Kompas.com - 13/01/2013, 20:13 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

 

 

AMBON,KOMPAS.com- Potensi emas di Buru Selatan, Pulau Buru, Maluku, diincar oleh perusahaan pertambangan asing.

Namun izin tambang belum bisa diberikan karena menunggu penetapan wilayah pertambangan oleh Pemerintah Pusat.

Sejumlah perusahaan pertambangan asing, seperti dari Korea Selatan dan China, sudah survai di Buru Selatan.

"Dari hasil survai tersebut, mereka menyatakan keinginannya untuk mengeksploitasi emas di Buru Selatan," ujar Bupati Buru Selatan, Tagop Soulisa, di Ambon, Maluku, Minggu (13/1/2013).  

Menurut Tagop, dari hasil survai itu diketahui bahwa potensi emas di Buru Selatan berada di 101 titik yang tersebar di seluruh kecamatan di Buru Selatan.

Namun pemberian izin penambangan kepada perusahaan-perusahaan itu belum bisa diberikan karena masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat bersama Dewan Perwakilan Rakyat.

"Kami masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat untuk menetapkan titik-titik yang mengandung emas di Buru Selatan agar ditetapkan menjadi wilayah pertambangan," tambahnya.

Penetapan itu diperlukan sebelum izin pertambangan bisa diberikan ke perusahaan yang berminat mengeksplorasi hingga mengeksploitasi emas di Pulau Buru.

Kandungan emas di Pulau Buru ditemukan sejak awal tahun 2012. Emas pertama kali ditemukan di kawasan perbukitan di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku.

Penemuan emas memicu kedatangan ribuan penambang emas tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Emas selain di wilayah Kabupaten Buru kemudian ditemukan pula berada di Kabupaten Buru Selatan. 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.