Tertinggi di Sumut, Kasus Kekerasan Anak di Medan

Kompas.com - 07/01/2013, 21:36 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MEDAN, KOMPAS.com - Kota Medan menjadi daerah tertinggi dalam hal tindak kekerasan terhadap anak di wilayah Sumatera Utara, dengan jumlah korbannya mencapai 72 orang. Urutan kedua adalah Kabupaten Deli Serdang dengan 29 korban, disusul Kabupaten Serdang Bedagai.

Ditinjau dari pelaku, ada 63 orang yang tidak dikenal menjadi pelaku kekerasan terhadap anak, kemudian pacar sebanyak 38 orang dan tetangga 30 orang. Staf Divisi Anak dan Perempuan di Yayasan Pusaka Indonesia, Mitra Lubis mengatakan, sepanjang tahun 2012 pihaknya mencatat ada 218 anak yang menjadi korban tindak kekerasan, pencabulan, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya.

Data ini dihimpun dari berbagai media massa baik lokal maupun nasional dan kasus-kasus yang ditangani langsung oleh Yayasan Pusaka Indonesia. "Ini menunjukkan anak masih menjadi kelompok yang rentan dari tindak kekerasan yang dilakukan orang dewasa dan juga teman sebayanya," kata Mitra, Senin (7/1/2012).

Dari sisi pendidikan para korban, untuk tingkat SMA mencapai 74 korban, SMP 66 korban, dan SD 36 korban. Usia yang paling rentan terjadinya tindak kekerasan terhadap anak yang paling dominan di usia 15-16 tahun mencapai 60 korban dan usia 17-18 tahun mencapai 56 korban.


Dia yakin, kasus kekerasan yang menimpa anak masih sangat banyak dan tidak terungkap ke permukaan. Realita ini tentu saja sangat mengkhawatirkan,bahkan mengerikan karena menimpa anak-anak yang notabenenya generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. "Negara memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin kesejahteraan dan melindungi hak-hak warga negaranya, termasuk hak-hak anak," katanya.

Negara harus menjamin hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi setiap anak, sebagaimana yang diamanatkan UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. "Ini mengundang pertanyaan kita semua, mengapa bisa terjadi. Kita tidak dapat menutup mata terhadap masalah yang menimpa anak-anak. Kasus-kasus pencabulan, penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, eksploitasi, trafiking dan lainnya harus segera dituntaskan dan menghukum pelakunya semaksimal mungkin sehingga memberikan efek jera bagi pelaku maupun orang yang mempunyai niat jahat, jangan sampai ada tebang pilih," tegasnya.

Sedang, untuk anak sebagai pelaku, penanganannya diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dan peraturan terbaru yakni UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang akan diberlakukan. Diharapkan dengan adanya undang undang ini, anak sebagai pelaku tetap mendapatkan pembinaan mental dan emosional agar dapat berkembang secara wajar.

"2013 ini, harapan besar diletakkan pada semua elemen di atas agar tetap mengenali dan memenuhi tugas-tugasnya dalam mengawal perlindungan anak. Karena kegagalan melindungi anak-anak akan mengancam pembangunan nasional dan menimbulkan efek negatif bagi kelanjutan cita-cita bangsa dan negara ini," kata Mitra.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hutan Terjadi di 4 Kecamatan di Maluku Tengah

Kebakaran Hutan Terjadi di 4 Kecamatan di Maluku Tengah

Regional
Polisi Selidiki Pelemparan Bus Persib Bandung

Polisi Selidiki Pelemparan Bus Persib Bandung

Regional
Pada 2020, Gubernur Wahidin Optimis Kondisi Jalan Provinsi Banten Mantap

Pada 2020, Gubernur Wahidin Optimis Kondisi Jalan Provinsi Banten Mantap

Regional
KLHK Gunakan Cara Ini untuk Percepat Padamkan Api di TPAS Antang

KLHK Gunakan Cara Ini untuk Percepat Padamkan Api di TPAS Antang

Regional
Fenomena Ningsih Tinampi, Santet, dan YouTube (2)

Fenomena Ningsih Tinampi, Santet, dan YouTube (2)

Regional
Ini Alasan Pemprov Riau Tak Butuh Bantuan Pemadam dari Anies Baswedan

Ini Alasan Pemprov Riau Tak Butuh Bantuan Pemadam dari Anies Baswedan

Regional
Pelajar SMP Ditemukan Tewas Tergeletak di Jalan, Diduga Dikeroyok

Pelajar SMP Ditemukan Tewas Tergeletak di Jalan, Diduga Dikeroyok

Regional
Kebakaran di Asmat Papua, 897 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran di Asmat Papua, 897 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Regional
Gubernur Kalbar: Pemadaman Karhutla Sudah Maksimal, Saatnya Minta Tuhan Turunkan Hujan

Gubernur Kalbar: Pemadaman Karhutla Sudah Maksimal, Saatnya Minta Tuhan Turunkan Hujan

Regional
Gubernur Maluku Sebut Ribuan Ikan Mati Misterius karena Ledakan Bawah Laut

Gubernur Maluku Sebut Ribuan Ikan Mati Misterius karena Ledakan Bawah Laut

Regional
Hati-hati, Terobos Pintu Perlintasan Kereta Api di Bandung Bisa Ditilang Rp 500 Ribu

Hati-hati, Terobos Pintu Perlintasan Kereta Api di Bandung Bisa Ditilang Rp 500 Ribu

Regional
Menurut Jokowi, Ini Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan di Riau

Menurut Jokowi, Ini Kendala Pemadaman Kebakaran Hutan di Riau

Regional
Ditangkap, Pelaku Pemerasan Bermodus Sebarkan Foto Bugil di Medsos

Ditangkap, Pelaku Pemerasan Bermodus Sebarkan Foto Bugil di Medsos

Regional
6 Tragedi Kecelakaan Sebulan Terakhir, Bus Hantam Truk Tangki hingga Gara-gara Ban Pecah

6 Tragedi Kecelakaan Sebulan Terakhir, Bus Hantam Truk Tangki hingga Gara-gara Ban Pecah

Regional
Anies Kirim Bantuan Personel Pemadam Karhutla ke Riau, BPBD: Kita Belum Membutuhkan

Anies Kirim Bantuan Personel Pemadam Karhutla ke Riau, BPBD: Kita Belum Membutuhkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X