Kompas.com - 07/01/2013, 21:00 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Meskipun kegiatan pengerukan alur laut telah dihentikan sementara, Forum Komunikasi Kerapu Lampung (Fokkel) akan melaporkan PT Pelindo II ke Polda Lampung terkait matinya ratusan ribu ikan di Teluk Lampung.

Ketua Fokkel Wilayah Ringgung Ali Al-Hadar, Senin (7/1/2013) malam mengatakan, pelaporan ke Polda ini rencananya dilakukan pada Selasa (8/1/2013) Pukul 10.00 WIB. "Kami akan datang bersama pengacara kami, Sopian Sitepu," tuturnya.

Menurutnya, pelaporan ke Polda ini didasari adanya kerugian ikan-ikan anggota Fokkel yang mati sebulan terakhir akibat pasang merah di Lampung.

Para pembudidaya ikan ini menduga, pasang merah yang ditandai meledaknya populasi fitoplankton itu turut dipengaruhi kegiatan pembuangan limbah sedimen pengerukan di kawasan Pulau Tegal, Pesawaran, yang jaraknya dianggap masih berdekatan dengan lokasi keramba di Ringgung.

"Kami menginginkan agar limbah itu tidak lagi dibuang di sana. Sekarang memang sedang dilakukan penelitian independen oleh mereka (Pelindo). Namun, kami khawatir, Pelindo tetap berkelit," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.