Akademisi: "Markus" Berkeliaran di Kejari Malang

Kompas.com - 03/01/2013, 21:43 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com -- Pusat Kajian Politik, Ekonomi dan Pembangunan, Malang, Jawa Timur, menilai bahwa beberapa kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, banyak yang diintervensi pihak terduga "makelar" kasus. Kondisi itu harus disikapi tegas oleh semua pihak yang peduli terhadap penegakan hukum.

"Banyak kasus yang ditangani kejari Kota Malang, ditengarai dikuasai para makelar kasus (markus). hal itu terbukti dari Kejaksaan yang hanya menangani kasus-kasus kecil," tegas Direktur Pusat Kajian Politik, Ekonomi dan Pembangunan, Zia Ulhaq, kepada Kompas.com, Kamis (3/1/2013).

Zia Ulhaq juga menilai Kejari Malang lambat dalam menangani kasus-kasus besar. "Jika demikian, jelas karena sudah berkeliaran para markus dalam kasus itu. Adanya operator atau markus, yang mengendalikan kasus agar tidak dilanjutkan," tegasnya.

Penegakan hukum seperti itu, kata Zia, harus diungkap hingga tuntas. Dan publik pun harus mengetahuinya. "Di tahun 2013 ini, harus menjadi perhatian khusus soal markus yang beroperasi di daerah itu," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya Malang itu.

Dia menambahkan, proses penegakan hukum kasus pidana, terutama kasus korupsi di Kejari Malang masih terlihat jalan di tempat akibat intervensi pihak ketiga yang disinyalir "markus".

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Regional
Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Regional
Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

Regional
RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

Regional
Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Regional
Detik-detik 2 Petani Meninggal akibat Disengat Lebah

Detik-detik 2 Petani Meninggal akibat Disengat Lebah

Regional
Jembatan Utama Putus, Ibu Hamil Ditandu Melintasi Batang Bambu

Jembatan Utama Putus, Ibu Hamil Ditandu Melintasi Batang Bambu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 Juli 2020

Regional
Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

Regional
Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

Regional
Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Regional
2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

Regional
Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X