Kompas.com - 02/01/2013, 16:12 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com -- Penebangan pohon pelindung abrasi di kawasan tambak udang PT Aruna Wijaya Sakti eks Dipasena, Lampung, sering terjadi. Petambak plasma pun dibuat kewalahan.

Ari Suharso, salah seorang petambak plasma di Bumi Dipasena mengatakan, praktik penebangan liar pohon-pohon bakau pelindung abrasi, antara lain jenis mentru, kerap terjadi di Bumi Dipasena. "Awalnya, kami kira itu orang suruhan PT AWS. Kami sampai bosan mengusirnya. Semenjak akses utama ditutup petambak, mereka kini masuk melalui Sungai Pidada," ujar Arie, yang juga pengurus Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) Dipasena, Rabu (2/1/2013).

Hari ini, Kepolisian Air Polda Lampung mengungkap kasus penebangan pohon dan pencurian kayu di wilayah tambak Dipasena, Lampung. Menurut polisi, penebangan itu dapat mengancam kelangsungan hajat hidup para petambak udang PT AWS.

Jika pohon-pohon itu terus ditebangi, abrasi laut akan semakin parah dan dapat menggerus tambak udang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.